Suara.com - Pinjaman online (pinjol) seringkali minta izin akses data pribadi yang berlebihan, salah satunya adalah akses ke daftar kontak telepon pengguna. Modus ini menjadi salah satu cara yang kerap digunakan oleh aplikasi pinjol, terutama pinjol ilegal, untuk melakukan penyadapan ponsel dan mengumpulkan informasi sensitif yang berpotensi disalahgunakan. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik ini dan memahami langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi data pribadi.
Pinjol legal yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) umumnya hanya meminta akses data yang benar-benar diperlukan untuk keperluan administrasi, verifikasi identitas, analisis risiko kredit, hingga proses penagihan yang sesuai dengan regulasi. Sebaliknya, pinjol ilegal seringkali meminta akses ke berbagai data pribadi di luar batas kewajaran, termasuk galeri foto, riwayat panggilan, hingga informasi lokasi secara terus-menerus. Data kontak menjadi salah satu incaran utama karena dapat digunakan untuk intimidasi dan penyebaran informasi pribadi kepada pihak ketiga jika peminjam mengalami gagal bayar.
Meskipun pengguna telah melunasi seluruh tagihan pinjaman, jejak data pribadi mereka berpotensi masih tersimpan di server penyedia pinjol. Hal ini membuka peluang bagi penyedia pinjol untuk terus menawarkan produk-produk pinjaman lainnya kepada pengguna, bahkan dalam beberapa kasus, data tersebut dapat disalahgunakan atau dijual kepada pihak ketiga. Oleh karena itu, menghapus jejak data pribadi dari aplikasi pinjol, terutama setelah tidak lagi menggunakan layanan tersebut, menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan privasi.
Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat dilakukan pengguna untuk menghapus potensi penyadapan dan jejak data pribadi dari aplikasi pinjol:
1. Hapus Akun Pinjol Secara Permanen
Langkah pertama yang disarankan adalah menghapus akun pinjol secara permanen melalui fitur yang tersedia di dalam aplikasi. Beberapa perusahaan pinjol yang legal dan bertanggung jawab menyediakan opsi ini pada bagian pengaturan akun pengguna. Dengan menghapus akun, diharapkan seluruh data pribadi yang tersimpan di server perusahaan juga ikut terhapus, sehingga menghentikan akses pinjol ke informasi Anda.
2. Hubungi Layanan Pelanggan (Call Center)
Jika aplikasi pinjol yang Anda gunakan tidak menyediakan opsi penghapusan akun secara mandiri, langkah selanjutnya yang dapat diambil adalah menghubungi layanan pelanggan atau call center perusahaan pinjol tersebut. Sampaikan permintaan Anda untuk menghapus akun dan seluruh data pribadi yang tersimpan di sistem mereka.
Sebelum menghubungi call center, pastikan seluruh tagihan pinjaman Anda telah lunas dan Anda memiliki bukti pelunasan yang sah. Informasi ini mungkin akan diperlukan oleh pihak pinjol untuk proses verifikasi sebelum permintaan penghapusan akun Anda diproses. Catat tanggal, waktu, dan nama petugas yang Anda hubungi sebagai referensi jika terjadi kendala di kemudian hari.
Baca Juga: 8 Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Modal dan Undang Teman, Cocok untuk Pelajar dan IRT
3. Laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Apabila upaya menghubungi call center perusahaan pinjol tidak membuahkan hasil yang memuaskan, atau jika Anda mencurigai adanya penyalahgunaan data pribadi oleh pihak pinjol, segera laporkan kejadian tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK memiliki wewenang untuk mengawasi dan menindak perusahaan pinjol yang beroperasi secara ilegal atau melanggar ketentuan perlindungan data konsumen.
Anda dapat menghubungi OJK melalui berbagai kanal komunikasi resmi yang tersedia, seperti hotline pengaduan konsumen, email, atau melalui situs web resmi OJK. Sampaikan kronologi kejadian secara jelas dan sertakan bukti-bukti yang relevan, seperti tangkapan layar aplikasi, riwayat komunikasi dengan pihak pinjol, atau bukti pelunasan pinjaman. OJK akan melakukan penelusuran untuk memverifikasi legalitas aplikasi pinjol tersebut. Jika terbukti ilegal, OJK berwenang untuk memblokir aplikasi tersebut dan mengambil tindakan lain sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Ganti Nomor Telepon
Penawaran pinjol ilegal seringkali datang melalui pesan singkat (SMS) atau panggilan telepon yang tidak diinginkan. Pinjol ilegal dapat memperoleh data kontak Anda melalui berbagai cara yang tidak sah, seperti phishing, pembelian data ilegal, akses ke kontak peminjam pinjol ilegal lainnya, hingga informasi yang tersebar di media sosial.
Jika nomor telepon Anda telah menjadi target penawaran pinjol ilegal yang agresif dan mengganggu, mengganti nomor telepon dapat menjadi solusi yang efektif untuk menghentikan teror tersebut. Dengan nomor telepon yang baru, Anda akan terhindar dari potensi penawaran pinjol yang tidak bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan data pribadi lebih lanjut. Pastikan Anda memberitahukan nomor telepon baru Anda kepada kontak-kontak penting dan layanan-layanan lain yang Anda gunakan.
Mengingat risiko yang ditimbulkan oleh praktik penyadapan dan penyalahgunaan data pribadi oleh aplikasi pinjol ilegal, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan selektif dalam memilih platform pinjaman online.
Pastikan aplikasi pinjol yang Anda gunakan terdaftar dan memiliki izin resmi dari OJK. Jangan pernah memberikan izin akses data pribadi yang tidak relevan dengan layanan pinjaman, terutama akses ke daftar kontak, galeri foto, atau informasi sensitif lainnya.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Terjebak Pinjol? OJK Ungkap Batas Bunga dan Cara Aman Melapor!
-
Risiko Sengaja Galbay dan Cuek dengan Tagihan Cicilan Pinjol
-
Pinjol Singa Fintech, Risiko Galbay Apakah Ditagih ke Rumah?
-
5 Aplikasi Penghasil Uang 100 Ribu per Hari Tanpa Modal, Cek di Sini!
-
Viral Pemutihan Pinjol Resmi OJK, Cek Informasi Resminya!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Regulasi Terlalu Restriktif Dinilai Berpotensi Picu PHK, Petani Tembakau Ikut Terdampak
-
6 Ruas Tol Ini Digratiskan Selama Mudik Lebaran 2026, Cek Daftarnya
-
Pengamat Ungkap 7 Poin Perjanjian Indonesia-AS Berpotensi Ancam Ekonomi Nasional
-
Daftar 6 Ruas Tol yang Dibuka Fungsional Selama Mudik Lebaran
-
Targetkan 53 Juta Wisatawan Aman, Askrindo Pastikan Pelancong di Jawa Tengah Terlindungi
-
Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998
-
BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia
-
Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri
-
Ratusan Saham Masih Belum Penuhi Ambang Batas Free Float IHSG
-
Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!