Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menghijau saat pembukaan perdagangan Jumat, 23 Mei 2025. IHSG dibuka menguat di level 7.206
Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih berada di zona hijau menuju level 7.215 atau naik 48,89 poin, secara presentase naik 0,68 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,45 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp1,15 triliun, serta frekuensi sebanyak 97.055 kali.
Dalam perdagangan di waktu itu, sebanyak 264 saham bergerak naik, sedangkan 143 saham mengalami penurunan, dan 187 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, BAJA, FAST, MPOW, AVIA, SMBR, LAJU, SMGR, TGUK, BCIP, INTP, BATR, SOLA, TPIA, ESSA.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, BBSS, MITI, HAJJ, BDKR, NAYZ, DSFI, DGWG,MSIN, MKAP, APEX, KING, BSBK, BTPS.
Proyeksi Hari ini
Pergerakan IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif pada perdagangan Jumat, 23 Mei 2025 dalam rentang 7.100–7.200. Hal ini, setelah pada hari sebelumnya ditutup menguat 0,34 persen ke level 7166.
Penguatan IHSG didukung oleh aksi beli investor asing meski tekanan global masih membayangi pasar.
Baca Juga: IHSG Kembali Masuk Fase Konsolidasi dengan Target Level 7.200
Analis Ritel Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG masih mampu bertahan di atas MA200, namun histogram MACD cenderung bergerak sideways.
"Sehingga kami memperkirakan IHSG konsolidatif dalam rentang 7.100–7.200 di Jumat (23/5)," jelas Ratna dalam riset hariannya, Jumat (23/5).
Ratna menambahkan bahwa pelaku pasar tengah menanti rilis data M2 Money Supply untuk April 2025 sebagai indikator likuiditas uang yang beredar.
"Meningkatnya ketidakpastian ekonomi AS akibat perang dagang serta kenaikan utang dan melebarnya defisit anggaran belanja, disinyalir membuat investor global melakukan diversifikasi portofolio dari aset yang berdenominasi dollar AS, termasuk investasi ke pasar negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari indikasi akumulasi aksi beli investor asing akhir-akhir ini, sehingga membuat penguatan IHSG terjaga," kata Ratna.
Dari sisi eksternal, Wall Street ditutup mix dan cenderung stagnan pada Kamis, 22 Mei 2025 akibat kekhawatiran investor terhadap kenaikan yield obligasi seiring dengan membengkaknya defisit anggaran Amerika Serikat.
DPR AS meloloskan RUU pajak yang diusulkan Presiden Trump dengan selisih suara tipis 215-214. RUU ini mencakup penurunan pajak dan penambahan belanja militer, dan akan dilanjutkan ke Senat untuk pemungutan suara yang dijadwalkan pada Agustus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Perusahaan Dompet Digital Mulai Sasar Segmen Olah Raga
-
Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global
-
Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini
-
Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam
-
Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji
-
Purbaya Mau Tambah Satu Lapisan Tarif Cukai biar Rokok Ilegal Jadi Legal
-
Fakta-fakta 'Tambang Meledak' di Bogor, ANTAM dan Kepolisian Beri Update Terkini
-
LPPOM Sasar Gen Z untuk Memperkuat Proyeksi Industri Halal Masa Depan
-
Video Ledakan Tambang Antam di Bogor Ternyata Hoaks