- PT ANTAM membantah hoaks ledakan dan ratusan pekerja terjebak; aktivitas operasional berjalan normal dan terkendali.
- Video yang beredar adalah dokumentasi prosedur rutin perusahaan mengenai penanganan teknis di area tambang bawah tanah.
- Investigasi Polsek Nanggung mengonfirmasi korban yang dikabarkan terjebak bukan karyawan ANTAM, melainkan penambang ilegal.
Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) secara resmi membantah informasi yang viral di media sosial mengenai adanya ledakan hebat dan ratusan pekerja yang terjebak di area operasional tambang.
Perusahaan menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pihak manajemen memastikan bahwa hingga saat ini seluruh aktivitas operasional tambang berjalan dengan normal, stabil, dan berada dalam kondisi yang terkendali.
Menanggapi video yang beredar luas di ruang digital, manajemen ANTAM menjelaskan bahwa rekaman tersebut merupakan dokumentasi internal mengenai penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah.
Langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur rutin yang sudah diantisipasi dan dilakukan sesuai dengan standar keselamatan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan.
"Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan serta standar operasional perusahaan," tulis pihak manajemen dalam keterangan resminya.
Perusahaan menambahkan bahwa tindakan teknis tersebut meliputi pengaturan sistem ventilasi dan pengamanan area kerja.
Penanganan ini dipastikan tidak berdampak pada keselamatan karyawan, dan perusahaan menegaskan tidak ada satu pun pekerja resmi yang terjebak di dalam lubang tambang maupun kejadian ledakan seperti yang dinarasikan dalam konten viral tersebut.
Investigasi Kepolisian: Soroti Aktivitas Penambang Ilegal
Baca Juga: Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
Informasi liar yang sempat memicu kepanikan warga di Kabupaten Bogor pada Rabu (14/1/2026) menyebutkan adanya 700 orang terjebak gas beracun, bahkan diklaim 120 orang di antaranya meninggal dunia.
Namun, hasil investigasi Polsek Nanggung memberikan fakta terbaru.
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, yang terjun langsung ke lokasi bersama tim perusahaan, meluruskan status orang-orang yang dikabarkan menjadi korban.
"Yang jelas bukan longsor dan bukan karyawan ANTAM," tegas AKP Ucup Supriatna, dikutip via Suarabogor.id.
Atas maraknya informasi yang tidak akurat, ANTAM mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Publik diminta untuk selalu merujuk pada kanal informasi resmi perusahaan atau pernyataan otoritas berwenang guna menghindari kesalahpahaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Video Ledakan Tambang Antam di Bogor Ternyata Hoaks
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
-
Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?
-
PLTP Lumut Balai Unit 3 Dieksekusi, Mulai Beroperasi pada 2030
-
IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025
-
Rupiah Bangkit ke Rp16.865 Per Dolar AS, Putus Tren Pelemahan Berturut-turut
-
Ancaman Krisis Iklim, Menko Airlangga Ungkap Produksi Padi Sempat Anjlok 4 Juta Ton
-
Mengapa Proyek Monorel Jakarta Gagal Terbangun?
-
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera, Kejar Ganti Rugi Triliunan Rupiah