Suara.com - Pinjaman online atau pinjol memang jadi penyelamat banyak orang yang butuh dana cepat. Asalkan lembaga yang memberi pinjaman tidak masuk dalam daftar pinjol ilegal 2025 terbaru.
Pinjol menyimpan potensi bahaya yang tak bisa dianggap sepele dan harus ditindak tegas oleh pihak berwenang. Berikut adalah pinjol ilegal terbaru 2025 yang patut diwaspadai sesuai ketentuan pemerintah.
Bukan hanya soal bunga yang tinggi, pinjol ilegal juga dikenal dengan cara penagihan yang kejam, salah satunya menyebar data pribadi pengguna.
Mirisnya, tak sedikit orang yang terjerat karena tergoda pencairan instan tanpa mempertimbangkan bahaya yang mengintai.
Pada tahun 2025, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) melakukan tindakan tegas terhadap hal ini dengan menutup 508 layanan pinjaman online ilegal yang tersebar di berbagai situs web maupun aplikasi ponsel.
Selain itu, mereka juga memutus akses terhadap 28 konten digital yang mempromosikan pinjaman pribadi karena dinilai dapat membahayakan masyarakat secara finansial.
Berikut adalah pinjol ilegal terbaru tahun 2025 yang perlu kamu ketahui dan dan cara agar tidak terjebak dalam jeratan pinjol.
Mengapa Pinjol Ilegal Berbahaya?
Ada sejumlah alasan mengapa kehadiran pinjaman online ilegal menjadi ancaman serius bagi masyarakat, antara lain:
1. Bunga dan Denda Tak Masuk Akal
Baca Juga: Cara Cek Pinjol Legal dan Ilegal Lewat WhatsApp OJK, Jangan Sampai Terjebak!
Pinjol ilegal mematok bunga yang jauh di atas batas wajar hingga membuat nasabah kesulitan membayar.
Selain itu, mereka kerap mengenakan denda keterlambatan yang sangat tidak wajar, membuat total utang semakin membengkak dan nyaris mustahil untuk dilunasi.
2. Pencurian dan Penyalahgunaan Data Pribadi
Salah satu modus utama pinjol ilegal adalah mengakses data pribadi dari ponsel korban.
Ketika pengguna memasang aplikasi pinjol ilegal, biasanya aplikasi tersebut meminta izin untuk mengakses data pribadi seperti kontak, foto, dan pesan.
Data pribadi tersebut kemudian digunakan sebagai "senjata" untuk mempermalukan korban dengan menyebarkannya tanpa consent.
Berita Terkait
-
Cara Cek Pinjol Legal dan Ilegal Lewat WhatsApp OJK, Jangan Sampai Terjebak!
-
Daftar Aplikasi Pinjol Ilegal yang Masih Ada di Play Store, Cek Perizinan Resmi OJK
-
Apakah Bisa Ajukan Pinjol di 4 Aplikasi Sekaligus? Begini Aturan Resmi OJK
-
Tidak Terjebak Pinjol Bodong: Tips Aman Ajukan Pinjaman Online
-
Gawat! OJK Temukan 4.344 Pinjol Ilegal Masih Beredar di Indonesia, Anda Bisa Jadi Korban Berikutnya
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal