Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat masih terdapat 10.068 desa yang belum menikmati akses listrik. Angka tersebut mencerminkan masih adanya kesenjangan elektrifikasi di sejumlah wilayah, khususnya di daerah-daerah terpencil dan kawasan timur Indonesia.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu, mengatakan, jumlah itu didapat setelah dilakukan pemetaan lokasi yang dilakukan oleh PLN atas permintaan Kementerian ESDM.
"Kita minta PLN untuk memotret mana lokasi-lokasi yang belum dapat akses listrik. Itu sudah dipetakan untuk sementara. Sudah ada 10.068 lokasi yang tidak mempunyai akses listrik. Kalau dari rumah tangganya sudah ada 98,51 persen," ujar Jisman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Jisman memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari total 86.598.260 rumah tangga nasional, masih terdapat sekitar 1,287 juta rumah tangga yang belum menikmati akses listrik.
Sebaran rumah tangga tanpa listrik tersebut ada di berbagai wilayah, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan provinsi lainnya, dengan ketimpangan rasio elektrifikasi yang signifikan antar daerah.
"Akses listrik masih rasio elektrifikasi yang di atas 99 persen ada 17 provinsi. Antara 90–99 persen 15 provinsi. Di bawah 90 persen ada 6 provinsi khususnya, mohon maaf di daerah timur. Jadi memang untuk daerah timur ini agak tertinggal memang," jelas dia
Menurut dia, pemerintah sebelumnya sempat menjalankan program pra-elektrifikasi melalui pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).
Namun, bilang Jisman umur alat tersebut hanya bertahan sekitar tiga tahun dan kini sebagian besar telah tidak berfungsi, termasuk masa garansi yang telah habis.
"Meskipun ada 1, 2 atau berapa tempat mungkin masih menyala tapi kita sudah tidak mau hitung lagi ya. Karena kita akan mendorong listrik desa di masyarakat itu sebaiknya dilayani oleh PLN," beber dia.
Baca Juga: Proyek PLTP di Daerah Disebut Tingkatkan Setoran Pendapatan Hingga Serap Tenaga kerja
Jisman juga menyoroti sejumlah program energi alternatif seperti PLTS dan Mikrohidro, yang kerap mengalami masalah operasional pasca-peresmian. Dia menilai usai diresmikan, tidak adanya pengelolaan yang berkelanjutan.
"Begitu peresmian besoknya sudah bermasalah. Atau beberapa bulan lah karena tidak ada yang mengelola. Jadi kita harapkan dengan hadirnya PLN dikelistrikan di masyarakat maka dia juga memperoleh subsidi. Karena kan kita memberikan subsidi-nya melalui PLN," imbuh dia.
Jisman mengaku, Kementerian ESDM tengah menyusun roadmap elektrifikasi nasional berbasis lokasi, bukan lagi berdasarkan nomenklatur desa, untuk menghindari tumpang tindih administratif.
"Jadi ada 10.068 lokasi dan ada 10.068 program nanti akan kita jalankan," ucap dia.
Jisman menyebut, pendanaan untuk proyek kelistrikan tersebut dapat bersumber dari berbagai pihak, termasuk APBN, Penyertaan Modal Negara (PMN), CSR, atau pihak swasta. Setiap realisasi proyek juga diharapkan dilaporkan secara transparan
"Kita berharap itu dilaporkan kepada kami Pak. Dari 10.068 itu kan kelihatan 5 program, 5 tempat, 20 program, 100 tempat. Ya kira-kira gitu Pak, supaya transparan," beber dia.
Jisman menambahkan, nerdasarkan perhitungan Kementerian ESDM, kebutuhan investasi untuk mencapai target akses listrik PLN 100 persen diperkirakan mencapai Rp 42,26 triliun. Angka ini mencakup pembiayaan jaringan, pembangkit listrik desa, pembangunan tiang, kabel, hingga jenis trafo yang digunakan.
"Kami sudah hitung, berdasarkan roadmap tadi. Apa yang dibangun, kabelnya berapa kilometer sekit, trapo jenis apa yang digunakan, ya kira-kira dibikin berapa tiang," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim