Suara.com - Gelombang kemarahan atas praktik lancung mafia solar bersubsidi yang kian merajalela akhirnya sampai ke Senayan. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mendesak kasus itu diusut tuntas.
Bambang secara tegas mendesak Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM untuk tidak lagi tinggal diam, dan segera memberikan pertanggungjawaban terbuka kepada publik.
Desakan tersebut menyusul temuan dan laporan yang mengkhawatirkan dari berbagai daerah, dengan salah satu kasus terbaru yang menjadi sorotan publik terjadi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Sorotan tajam ini menjadi lebih relevan mengingat Komisi VII DPR RI baru saja merampungkan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara pekan ini.
Dalam lawatan tersebut, para wakil rakyat mengaku menerima langsung segudang keluhan dari masyarakat, nelayan, hingga pelaku usaha kecil yang menjerit akibat sulitnya mendapatkan solar bersubsidi.
Distribusi yang seharusnya menjadi hak mereka diduga kuat telah disabotase oleh jaringan terorganisir.
“Kami melihat praktik penyelewengan solar subsidi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Negara dirugikan, rakyat kecil dikorbankan,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Sabtu (5/7/2025).
Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, skala penyelewengan ini bukan lagi sekadar kebocoran kecil.
Ia mengestimasi bahwa praktik mafia solar bersubsidi telah menimbulkan potensi kerugian bagi kas negara yang angkanya bisa mencapai triliunan rupiah.
Baca Juga: Genjot Listrik Bersih di Indonesia Timur, Kementerian ESDM: Anggaran Sedang Disiapkan
Akar masalahnya, menurut Bambang, adalah lemahnya sistem pengawasan distribusi dari hulu ke hilir, yang menciptakan celah subur bagi para mafia untuk beroperasi dengan leluasa.
Menghadapi situasi genting ini, Bambang menegaskan bahwa BPH Migas dan Ditjen Migas, sebagai regulator dan pengawas utama, tidak memiliki alasan untuk takut atau ragu-ragu.
Ia bahkan secara terbuka menawarkan perlindungan politik dari DPR jika ada upaya intervensi atau beking dari oknum-oknum kuat yang melindungi para pelaku.
“Kalau ada tekanan atau bekingan dari pihak mana pun, jangan ragu laporkan ke DPR. Komisi VII siap mem-backup penuh upaya pemberantasan mafia solar subsidi. Negara tidak boleh kalah oleh mafia,” tegasnya dengan nada tinggi.
Komisi VII DPR RI tidak hanya berhenti pada desakan. Mereka menuntut pemerintah pusat untuk segera melancarkan investigasi menyeluruh guna membongkar jaringan mafia solar ini hingga ke akar-akarnya.
Lebih lanjut, DPR mendorong adanya audit total terhadap sistem distribusi yang ada saat ini, mendesak reformasi komprehensif dalam tata kelola subsidi energi, dan implementasi digitalisasi pengawasan yang lebih canggih dan sulit ditembus.
Tag
Berita Terkait
-
Genjot Listrik Bersih di Indonesia Timur, Kementerian ESDM: Anggaran Sedang Disiapkan
-
Dua Sisi Mata Pisau di Balik Wacana Skema LPG 3 Kg Satu Harga
-
Subsidi LPG Bocor Rp80 Triliun, Pemerintah Terapkan LPG 3 Kg Satu Harga se-Indonesia
-
Bahlil dan Komisi XII DPR Sepakat Kembalikan Skema RKAB Minerba Jadi Setahun Sekali
-
UMKM Harus Punya Modal Rp 5 Miliar untuk Kelola Sumur Minyak Rakyat
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik