Kebangkrutan ini disebabkan sanksi Barat terhadap Negeri Beruang Putih itu atas serangannya ke Ukraina, yang menimbulkan keterbatasan suku cadang pesawat.
Diketahui, dua pembuat jet Barat, Boeing dan Airbus, menyumbang 66 persen dari pesawat yang digunakan di Rusia, sebelum serangan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.
"Sedikitnya 30 maskapai penerbangan menengah dan kecil di negara itu berada pada titik jenuh dan menghadapi risiko kebangkrutan dalam waktu dekat," lapor media Rusia.
Publikasi Rusia yang melaporkan situasi tersebut memperkirakan bahwa kebangkrutan tersebut dapat mengakibatkan pembatalan lebih dari 400 rute domestik.
Sebanyak 30 maskapai penerbangan yang paling berisiko bangkrut pada tahun 2025 saat ini melayani 26 persen dari lalu lintas penumpang domestik Rusia.
Maskapai ini termasuk maskapai penerbangan utama negara itu, Aeroflot, dan maskapai besar S7. Ancaman juga ditujukan ke maskapai regional yang lebih kecil seperti Rossiya, Ural, dan Yakutia Airlines.
Maskapai penerbangan swasta S7, yang berbasis di Novosibirsk, diketahui baru saja membatalkan proyek pabrik senilai 83,5 juta Dolar AS (Rp 1,36 triliun) yang pada tahun 2024 disetujui untuk menggantikan suku cadang jet Barat yang hilang dari industri penerbangan negara itu karena sanksi.
Maskapai Tulpar Air, berbasis di barat Tatarstan dan biasa menyewa penerbangan ke daerah-daerah terpencil, malah sudah resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan pada bulan November 2024.
Baca Juga: Mentan Amran Geram Temukan Pupuk Palsu: Petani Bisa Langsung Bangkrut!
Berita Terkait
-
Utang Menggunung, Perusahaan Obat Diet Ini Umumkan Bangkrut
-
Daftar Lengkap Bank Bangkrut Mei 2025, Nasabah Diminta Tak Panik!
-
Lulu Hypermarket BSD Milik Muslim Kaya Bangkrut, Punya Harta Rp 93 Triliun
-
Maskapai Indonesia Berpeluang Tampung Pesawat Boeing yang DIkembalikan China
-
Imbas Perang Dagang, Maskapai Asal China Mulai Kembalikan Pesawat Boeing 737 MAX
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter
-
Efek Harga BBM Naik: Kelas Menengah Jadi Korban, Konsumsi Petralite Makin Tinggi
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?