"Selama ini enggak ada Trump, enggak ada siapapun, barang AS yang ke Indonesia itu sudah sebagian besar nol persen. Kalau dari sisi nilai 39 koma sekian, 40 persenan itu memang sudah nol persen. Jadi average rate tarif kita itu memang sudah rendah," katanya.
Dengan demikian, kesepakatan terbaru ini lebih merupakan formalisasi dan perluasan dari struktur tarif yang sudah ada, bukan sebuah perubahan drastis yang baru dimulai.
Tren Global, Bukan Hanya dengan AS
Susiwijono juga menempatkan kebijakan ini dalam konteks yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa penerapan tarif nol persen bukanlah hal yang eksklusif dalam hubungan dagang dengan Amerika Serikat.
Hal serupa juga berlaku dalam berbagai perjanjian dagang lain yang dimiliki Indonesia, seperti Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan berbagai negara dan blok ekonomi, serta Free Trade Agreement (FTA) lainnya.
Mayoritas tarif impor dari berbagai kawasan mitra dagang Indonesia memang sudah berada di level nol persen sebagai bagian dari komitmen liberalisasi perdagangan global.
"Tidak hanya dari AS, dari kawasan lain pun memang bea masuk impornya memang sudah nol persen. Kalau dicek ke buku tarifnya Bea Cukai itu memang sebagian besar sudah nol persen," pungkasnya.
Langkah ini menunjukkan strategi pemerintah untuk terus membuka akses pasar sambil tetap melindungi sektor-sektor tertentu yang dianggap strategis dan sensitif bagi kepentingan nasional.
Baca Juga: Puji Prabowo Berhasil Tekan Tarif Trump, Bahlil: Kemampuan Negosiasi Presiden di Atas Rata-rata
Tag
Berita Terkait
-
Puji Prabowo Berhasil Tekan Tarif Trump, Bahlil: Kemampuan Negosiasi Presiden di Atas Rata-rata
-
Tarif Impor AS Turun Jadi 19 Persen, Menteri UMKM Klaim Pengusaha Amerika Paling Terdampak
-
Tarif Impor AS Turun Drastis Bikin Menteri Maman Happy! Apa Untungnya Buat UMKM Indonesia?
-
RI Cari Celah! CPO, Kopi, Hingga Nikel Bisa Dapat Tarif 0 Persen di AS
-
Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?
-
Kantornya Digeledah, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hormati Proses Hukum
-
Kantor Purbaya Tanggapi Penilaian Fitch usai Turunkan Rating Indonesia ke Negatif
-
Bursa Kripto CFX Optimistis Pasar Aset Kripto Tumbuh Positif pada 2026
-
Bahlil Sebut RI Memang Butuh Impor Etanol dari AS
-
IHSG Jeblok 4,57%, Apa yang Bikin Pasar Panik?
-
Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran
-
Dirut Bursa Kripto CFX: Volume Kripto Offshore 2,5 Kali Lebih Besar dari Dalam Negeri
-
CFX Perkecil Biaya Transaksi Demi Dongkrak Daya Saing Pasar Kripto RI
-
Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS