Suara.com - Gibran Huzaifah, Co-Founder dan mantan CEO startup unicorn akuakultur eFishery, kini mendekam di tahanan Bareskrim Polri. Ia diduga kuat terlibat dalam kasus manipulasi laporan keuangan ang terjadi pada akhir tahun 2024 lalu. Sepak terjang Gibran di eFishery hingga ditangkap termasuk total kerugiannya
Konfirmasi penahanan disampaikan langsung oleh Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf. “Gibran telah dilakukan penahanan sejak hari Kamis tanggal 31 Juli 2025,” kata Helfi saat dikonfirmasi pada hari Senin (4/8/2025).
Bareskrim Polri belum merinci secara detail mengenai kronologi kasus maupun pasal-pasal spesifik yang menjerat Gibran. Namun, penetapan status tersangka dan penahanan ini menandai babak baru yang suram bagi Gibran dan warisan eFishery.
Dana Manipulasi Gibran
Laporan investigator independen menyebutkan, eFishery merugi hingga ratusan juta dolar sepanjang periode 2018-2024. Ironisnya, angka ini jauh berbeda dengan klaim manajemen yang disajikan kepada para investor. Gibran dan timnya disebut-sebut sengaja menggelembungkan pendapatan dan laba.
Misalnya, pada sembilan bulan pertama tahun 2024, investigator mencatat kerugian sebesar USD35,4 juta dengan pendapatan hanya USD157 juta. Angka ini bertolak belakang dengan klaim ke investor yang menyatakan perusahaan surplus USD16 juta dengan pendapatan fantastis mencapai USD752 juta.
Imbas dari terungkapnya skandal ini, Gibran Huzaifah langsung dicopot dari jabatannya sebagai CEO pada 4 Februari lalu. Dewan Direksi eFishery pun mengakui perlu mengambil keputusan sulit untuk menyesuaikan biaya operasional dengan skala usaha sebenarnya.
Berdasarkan hasil investigasi, Gibran Huzaifah tak bergerak sendiri. Ia diduga turut melibatkan beberapa karyawan kunci, termasuk Vice President Corporate Finance dan Investor Relations berinisial AHR, serta Senior Vice President eShrimp berinisial KDV. AHR mulai terlibat sejak diangkat sebagai kepala keuangan pada Agustus 2020.
Dalam skema manipulasi, Gibran memberikan angka pendapatan dan laba kotor fiktif kepada AHR. Tim keuangan kemudian diminta untuk menyesuaikan jurnal akuntansi agar laporan eksternal sejalan dengan angka-angka yang sudah dimanipulasi. Gibran bahkan memalsukan dokumen secara langsung dan menekan karyawan yang menolak untuk berpartisipasi.
Baca Juga: Intip 12 Startup Pilihan Telkomsel Ventures di TINC Batch X
Manipulasi laporan keuangan ini tidak hanya untuk mengelabui investor dan penggalangan dana, tetapi juga digunakan sebagai dasar untuk menghitung bonus kinerja. Meskipun perusahaan merugi pada tahun 2022 dan 2024, laporan keuangan yang dimanipulasi mencatatkan pembayaran bonus hampir USD 3 juta.
Bahkan, ada bonus tambahan sebesar USD 1,3 juta untuk keberhasilan putaran penggalangan dana yang juga tidak tercatat dalam laporan resmi. Bonus ini dibagi-bagikan kepada AHR (50%), KDV (40%), dan timnya (10%).
Profil Gibran Huzaifah
Lahir dari keluarga sederhana, Gibran Huzaifah bukanlah sosok yang asing dengan kerja keras. Sebelum dikenal sebagai teknopreneur sukses, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pernah melalui berbagai lika-liku perjuangan, termasuk berjualan donat untuk menyambung hidup semasa kuliah.
Ide mendirikan eFishery tercetus dari keprihatinannya pada sektor perikanan. Pada tahun 2013, bersama Muhammad Ihsan Akhirulsyah dan Chrisna Aditya, Gibran mendirikan eFishery, sebuah perusahaan rintisan yang menawarkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi budidaya ikan dan udang.
Inovasi utamanya adalah eFisheryFeeder, alat pemberi pakan ikan otomatis yang dapat dikontrol melalui ponsel pintar. Di bawah kepemimpinannya, eFishery melesat menjadi salah satu startup paling bersinar di Asia Tenggara. Perusahaan ini berhasil meraih status unicorn setelah mendapatkan pendanaan Seri D senilai USD 200 juta pada Juli 2024 dari investor kelas kakap seperti Temasek dan SoftBank.
Namun, ternyata pamor tersebut tak bertahan lama. Startup ini diduga memanipulasi data untuk memainkan keuntungan dan menipu pihak investor.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Apa itu eFishery? Ini Sejarah, Sosok Pendiri, dan Daftar Produknya
-
Siapa Gibran Huzaifah? Eks CEO eFishery Ditahan Bareskrim Terkait Kasus Penipuan
-
Gibran Huzaifah Eks CEO eFishery Kantongi Kekayaan Rp 1,6 Triliun Sebelum Ditangkap
-
5 Fakta Gibran Eks CEO eFishery Jadi Tersangka Penggelapan, Terjerat Skandal Rp 9,74 Triliun!
-
Jejak Gibran yang Manipulasi Laporan Keuangan Perusahaannya Sendiri
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok
-
Kok Bisa ESDM Seenaknya Stop Sementara Ekspor Batu Bara, Ini Alasannya
-
Siap-siap HGBT Murah, ESDM Mau Revisi Aturan