Suara.com - Universitas Stanford bakal memangkas karyawannya, seiring dengan kebijakan Gedung Putih yang mengakibatkan hilangnya ratusan pekerjaan di universitas tersebut.
Laporan negara bagian terbaru mengungkapkan bahwa universitas akan memangkas 363 pekerjaan pada akhir September. Adapun, Stanford saat ini mempekerjakan sekitar 13.000 orang.
Dilansir NBC, Senin (11/8/2025), Universitas menyatakan bahwa mereka menyediakan sumber daya dukungan dan tunjangan PHK bagi karyawan yang memenuhi syarat.
Karyawan yang memenuhi syarat menerima pemberitahuan pembayaran minimal 60 hari, pesangon berdasarkan masa kerja mereka di Universitas, kontribusi premi tunjangan selama tiga bulan, dan bantuan penempatan kembali.
Apalagi, Universitas mengakui konsekuensi dari tindakannya yang memengaruhi "rekan kerja dan teman-teman berharga" yang telah memberikan kontribusi penting bagi Stanford.
Sebagai informasi, pemangkasan karyawan ini disebabkan oleh hilangnya 140 juta dolar AS dari anggaran dana umumnya, yang sebagian disebabkan oleh kebijakan federal.
Pemotongan baru-baru ini telah memengaruhi pendanaan yang diperoleh Stanford untuk penelitiannya, dan RUU anggaran yang ditandatangani Presiden Donald Trump meningkatkan pajak dana abadi universitas.
Terlepas dari pemotongan anggaran dan konsekuensi yang akan datang, PHK tersebut mengejutkan banyak anggota staf. Apalagi, banyak karyawan yang sudah bekerja selama puluhan tahun.
“Banyak dari kami pergi makan siang tanpa tahu apa yang terjadi, apa yang sedang terjadi, dan kemudian tiba-tiba beberapa rekan kerja kami pergi begitu saja,” kata karyawan perpustakaan tersebut.
Baca Juga: Bisa Ciptakan Lapangan Kerja, BI Salurkan Pembiayaan Hijau Tembus Rp 33,7 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi 50 Persen, Industri Kripto Diprediksi Makin Bergairah
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak
-
Penyebab Harga Saham BNBR Menguat Hari Ini, Bikin Bakrie Cuan
-
Cara Menghitung THR Ojol dan Simulasi Pencairan BHR 2026
-
ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif
-
Kriteria Driver Ojol Dapat THR, Ini Rinciannya
-
Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG