Suara.com - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng pemerintah daerah dan pelaku swasta melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta peluncuran Program Aglomerasi Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Langkah ini menandai sinergi multipihak dalam menghadirkan solusi terintegrasi guna mempercepat penurunan angka kemiskinan, khususnya di kawasan Cirebon Raya.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa program ini menjadi jawaban atas tantangan kompleks pengentasan kemiskinan di Indonesia.
"Kami percaya, dengan dukungan pemerintah daerah dan sektor swasta, program ini dapat mempercepat proses transformasi sosial ekonomi secara signifikan," ujar Budiman dikutip, Jumat (22/8/2025).
Ia menambahkan, kolaborasi ini sekaligus membuka jalan menuju pengentasan kemiskinan struktural melalui pemberdayaan ekonomi lokal.
"Penandatanganan MoU ini merupakan langkah konkret menuju pengentasan kemiskinan struktural melalui pemberdayaan ekonomi lokal. Kami percaya, koperasi sebagai model ekonomi kerakyatan dapat menjadi katalisator transformasi sektor pertanian dan energi secara berkelanjutan," jelasnya.
Program ini akan dijalankan dengan skema Semi Closed-Loop Supply Chain (SCLSC), yakni model rantai pasok semi-tertutup yang mengintegrasikan produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemanfaatan limbah untuk efisiensi dan keberlanjutan. Model ini berbasis koperasi yang menghubungkan petani, UMKM, hingga akses pasar.
"Kolaborasi multipihak ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan model bisnis berkeadilan yang mampu mempercepat pengentasan kemiskinan," katanya.
Melalui skema tersebut, BP Taskin bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong modernisasi pertanian dengan teknologi dan inovasi, meningkatkan produktivitas petani lokal, memperkuat rantai pasok koperasi, mengembangkan material baru bagi transisi energi terbarukan, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Baca Juga: Melihat Cara Kerja Swasta dalam Mekanisme Kuota Haji
Program ini melibatkan lima daerah, yakni Cirebon, Indramayu, Kuningan, Brebes, dan Kota Cirebon. Pemerintah daerah berperan menyediakan lahan, infrastruktur, dan kebijakan sesuai potensi masing-masing wilayah.
Selain pemerintah, sejumlah mitra strategis turut terlibat, di antaranya PT Thara Jaya Niaga, PT Lintas Batas Nusantara, PT Nusantara Visi Persada, Harvest Waste (Belanda), dan PT Garam (Persero) yang akan menyediakan modal, teknologi, dan akses pasar.
BP Taskin juga tengah menyusun Rencana Induk Pengentasan Kemiskinan 2025–2029 dengan target ambisius menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen dan kemiskinan relatif ke level 4,5–5 persen pada 2029.
Kawasan Cirebon Raya nantinya akan dikembangkan sebagai pusat produksi pangan dan energi berbasis sumber daya lokal. Model ini diharapkan bisa direplikasi di wilayah lain sebagai percontohan transformasi ekonomi lokal berbasis koperasi dan teknologi.
Dengan sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat, inisiatif ini diharapkan mampu mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengurangan kemiskinan, ketahanan pangan, energi bersih, serta pertumbuhan ekonomi inklusif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Biaya Kuliah Arya Iwantoro yang Dibiayai Negara, Kini Bakal Dikembalikan?
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya