Suara.com - Paramount yang merupakan pemain media lama lainnya, sedang berjuang dengan bisnis TV linear tradisional yang sedang lesu.
Kondisi ini disebabkan banyaknya konsumen beralih ke platform streaming.
Hal tersebut membuat perusahaan akan mengurangi karyawannya.
Paramount pun berencana memangkas 2.000 hingga 3.000 karyawan pada awal November nanti.
Keputusan ini diambil setelah mergernya dengan studio produksi Skydance rampung.
Dilansir Variety, Senin (25/8/2025), Paramount Global dan Skydance Media menyelesaikan merger senilai 8,4 miliar dolar AS.
Merger ini diumumkan lebih dari setahun yang lalu hingga awal bulan ini.
Adapun, perusahaan gabungan tersebut berganti nama menjadi Paramount Skydance Corp.
Nantinya, pemutusan hubungan kerja (PHK) akan memengaruhi staf di seluruh divisi dan jumlahnya dapat bervariasi.
Baca Juga: Pilih Gunakan AI, Tiktok PHK Ratusan Karyawan
Per Desember 2024, Paramount memiliki hampir 18.600 karyawan penuh waktu dan paruh waktu, serta 3.500 staf berbasis proyek.
Sementara itu, Paramount Skydance menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Apalagi, pemangkasan karyawan ini juga akan memengaruhi pesangon yang bakal diterima.
Sebelumnya, hanya beberapa hari setelah menyelesaikan mergernya dengan studio produksi Skydance.
Paramount mengatakan, akan membayar 7,7 miliar dolar AD untuk hak siar eksklusif Ultimate Fighting Championship di AS selama tujuh tahun.
Hal ini langkah strategis besar pertama yang diambil oleh perusahaan gabungan tersebut.
Berita Terkait
-
Skandal Beras Oplosan: Dirut Food Station Mundur Duluan Sebelum Jadi Tersangka
-
Skandal Beras Oplosan! Dirut Food Station Mundur Usai Jadi Tersangka, Siapa yang Gantikan?
-
Trump Cairkan Pesangon Rp 241 Triliun untuk 154 Ribu PNS yang Kena PHK
-
Dirut Food Station Kirim Surat Resign usai Tersangka Kasus Beras Oplosan, Pramono Respek
-
Viral Video Karyawan Matahari Ucapkan Selamat Tinggal di Gerai yang Tutup
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!
-
Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
-
Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
-
BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako
-
Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak
-
Harga Bahan Baku Plastik Selangit, Wamendag Minta UMKM Putar Otak Cari Alternatif
-
Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis