- TikTok Shop berganti nama menjadi TikTok Shop by Tokopedia
- TikTok telah mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia dari GoTo
- Layanan TokopediaNOW, Dilayani Tokopedia, dan Fitur Investasi resmi tutup
Suara.com - Isu mengenai penutupan layanan Tokopedia yang akan melebur ke TikTok Shop menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak pengguna mempertanyakan nasib toko daring dan riwayat pembelian mereka jika platform yang telah berdiri selama 16 tahun ini benar-benar ditutup.
Kabar ini santer dibicarakan di tengah PHK massal karyawan Tokopedia yang sudah terjadi sejak Juli 2025 lalu. Berlanjut terkini ratusan orang terdampak.
Sejumlah layanan Tokopedia saat ini memang sudah ditutup, seperti TokopediaNOW, Gudang Dilayani Tokopedia, Dilayani Tokopedia, dan Fitur Investasi Emas serta Reksa Dana.
Meski tidak menanggapi langsung, Melissa Siska Juminto, yang menjabat sebagai Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok E-commerce, sebelumnya telah memberikan pernyataan resmi pada akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan bahwa TikTok Shop telah resmi berganti nama menjadi TikTok Shop by Tokopedia.
Perubahan nama ini juga menjadi momen perayaan satu tahun beroperasinya kedua platform e-commerce tersebut di bawah satu payung, yaitu PT Tokopedia.
“Perubahan identitas ini juga bertepatan dengan satu tahun platform e-commerce TikTok dan Tokopedia sama-sama beroperasi di bawah PT Tokopedia. Bersama, kami akan terus menjadi mitra strategis bagi pertumbuhan UMKM dan merek lokal, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menarik, aman, dan terpercaya bagi para penjual dan konsumen,” ujar Melissa, Jumat (7/3/2025).
Sebelumnya, platform TikTok Shop sempat kembali menggunakan nama ShopTokopedia setelah TikTok mengakuisisi 75% saham GoTo di Tokopedia pada akhir 2023 dengan investasi sekitar Rp23 triliun.
Baca Juga: Mencari Makna Merdeka di Tengah Gelombang PHK Media
Perubahan nama terbaru ini menegaskan komitmen mereka untuk mendukung dan memberdayakan bisnis lokal serta masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Sebagai informasi, pada 2017, Tokopedia berhasil meraih status unicorn setelah menerima pendanaan besar dari Alibaba.
Kemudian, pada 17 Mei 2021, Tokopedia melakukan merger dengan Gojek dan membentuk GoTo, menjadikannya sebagai decacorn. GoTo lantas resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 April 2022.
Babak baru dalam sejarah Tokopedia dimulai ketika TikTok mengakuisisi saham mayoritas perusahaan. Pengumuman awal akuisisi dilakukan pada 11 November 2023, dengan transaksi resmi selesai pada 31 Januari 2024.
Dalam kesepakatan itu, TikTok mengakuisisi 75,01% saham PT Tokopedia dari GoTo dengan investasi lebih dari 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp23,4 triliun).
Akuisisi ini menunjukkan komitmen kuat TikTok untuk memperluas bisnis e-commerce-nya di Indonesia. Setelah transaksi, GoTo tetap memiliki 25% saham di Tokopedia.
Berita Terkait
-
PHK Massal Tokopedia: Hampir Semua Divisi Kena, Nasib Ratusan Karyawan di Tangan 'China'
-
Pajak Makin Tinggi di Inggris, 89.000 Karyawan Industri Perhotelan Kehilangan Pekerjaan
-
FYP Lagi Aneh, Muncul Tren 'Mama Muda' Menor dan Perang Fans Dadakan di TikTok
-
Perusahaan Pembuat Film Mission Impossible Putuskan PHK 3000 Karyawan
-
Pilih Gunakan AI, Tiktok PHK Ratusan Karyawan
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Aduan THR 2026: Cara Melapor Pelanggaran Secara Online dan Offline
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Transaksi Aset Kripto Capai Rp29,24 Triliun di Januari 2026
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Sudah Punya Direksi Asing, Tapi Garuda Indonesia Malah Turun Kasta Jadi Bintang 4
-
Garuda Indonesia Turun Kasta Jadi Bintang 4, Kenyamanan dan Fasilitas Menurun