Suara.com - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dinilai masih sangat prospektif untuk investasi jangka menengah dan panjang.
Pandangan positif ini datang dari berbagai broker, termasuk CLSA, yang menyoroti kuatnya pendanaan bank dan penerapan manajemen risiko yang tepat sasaran. Berdasarkan riset terbaru, CLSA bahkan memberikan rekomendasi positif dengan target harga yang ambisius.
Menurut riset CLSA yang dipublikasikan pada Sabtu (6/9/2025), BBCA memiliki rekam jejak yang solid dalam mengelola pendanaan.
Kekuatan ini bersumber dari layanan prima yang diberikan kepada nasabah, terutama dalam hal pembayaran dan penyelesaian transaksi. Hal ini menjadikan BBCA sebagai "bank bereputasi terbaik dalam hal transaksi," menurut CLSA.
Selain mengandalkan layanan prima, BBCA terus berinvestasi pada platform digital untuk mendukung berbagai transaksi perbankan.
Langkah ini dinilai sebagai strategi jitu untuk menjaga kinerja di tengah tantangan kondisi makroekonomi yang fluktuatif. Keberhasilan strategi ini tercermin dari laporan keuangan per Juni 2025, di mana BBCA mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8 persen menjadi Rp29 triliun.
Selain CLSA, UOB Kay Hian Sekuritas juga tetap merekomendasikan BBCA sebagai saham pilihan untuk periode September 2025, bersama dengan nama-nama besar lain seperti Sarana Armada Tbk. (ASSA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI).
Alasan utama UOB Kay Hian tetap optimis terhadap BBCA adalah kinerja bank yang dinilai tangguh.
"Dalam cakupan kami, BBCA ditambahkan karena terus mencatatkan kinerja tangguh di antara empat bank besar dengan laba bersih 7 bulan pertama tahun ini tumbuh 10,5% YoY, sementara bank lain mencatatkan pertumbuhan negatif," tulis riset UOB Kay Hian.
Baca Juga: Review ANTM: Kinerja Cukup Solid, Saham Layak Dibeli?
Arus Jual Asing Deras, Saham BBCA Paling Terkena Dampak
Di sisi lain, pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada awal September 2025, terjadi arus dana asing keluar yang sangat deras.
Saham BBCA menjadi target utama penjualan, dengan nilai jual bersih mencapai Rp4,29 triliun hanya dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), total net sell asing mencapai Rp305,18 miliar pada perdagangan akhir pekan, Kamis (4/9/2025).
Secara mingguan, angka ini membengkak hingga Rp5,3 triliun, dan secara year-to-date (sepanjang tahun berjalan), total net sell asing sudah mencapai Rp55,12 triliun.
Dampak dari penjualan masif ini terlihat pada harga saham BBCA. Pada penutupan perdagangan Kamis (4/9/2025), harga saham BBCA berada di level Rp8.000, yang menunjukkan koreksi sebesar 19,19% sejak awal tahun 2025.
Berita Terkait
-
Bos BJBR Turun Gunung Layani Nasabah
-
10 Perusahaan Antre IPO: Pasar Saham Indonesia Masih Bergairah?
-
IHSG Selama Sepekan Naik Tipis, Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 305,18 Miliar
-
PANI Siapkan Rp16,1 Triliun Borong 44,1 Persen Saham CBDK
-
IHSG Sempat Terjun Bebas di Awal Sesi Perdagangan Hari Ini, Tapi Langsung Bangkit
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Wakil Jaksa Agung Bantah Rotasi Pejabat Kejagung Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Tapi Penyegaran
-
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
-
Prancis Bak Neraka Bocor, 20 Ribu Warlok dan Turis Dievakuasi Akibat Kebakaran Hutan Ekstrem
-
Here We Go! Daftar Resmi Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Bertabur Bintang
-
Pembangunan Daerah Terus Berjalan, Dasco - Cucun Terima Dialog APKASI
-
KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
-
Bukan Cedera, Ini Alasan Debut Mariano Peralta Bersama Persib Tertunda
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026