- Menkeu Purbaya beri tanggapan publik perdana.
- Ia nilai IHSG melemah hanya transisional.
- Purbaya pamerkan rekam jejak panjangnya.
Suara.com - Pelantikan Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menggantikan Sri Mulyani Indrawati, menjadi salah satu sorotan utama dalam reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran.
Dalam beberapa penampilan publik pertamanya, Purbaya menyampaikan sejumlah pernyataan yang menarik perhatian, terutama terkait respons pasar, kebijakan fiskal, hingga pandangannya terhadap aspirasi masyarakat.
Komentar-komentarnya ini menjadi pembicaraan hangat di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi bertepatan dengan momen pelantikannya.
Pada hari pelantikannya, IHSG ditutup di level 7.766, atau anjlok 1,28 persen. Menanggapi pelemahan ini, Menteri Purbaya menilai bahwa sentimen negatif yang terjadi hanyalah bersifat transisional.
Ia berpendapat bahwa reaksi pasar disebabkan karena investor belum mengenal dirinya dengan baik.
Purbaya juga menegaskan bahwa faktor eksternal dan sentimen perlambatan ekonomi secara luas turut berkontribusi terhadap penurunan tersebut.
Pelemahan IHSG saat dirinya dilantik hanya transisional karena investor belum kenal dirinya dan akan segera berbalik arah dalam waktu dekat.
1. Pamerkan Pengalaman dan Tanggapan terhadap Pasar
Saat ditanya wartawan mengenai pengalamannya dalam mengelola fiskal yang disinyalir menjadi alasan pelemahan pasar, Purbaya merespons dengan pertanyaan balik yang lugas.
Baca Juga: Purbaya: Tidak Terlalu Sulit Memperbaiki Ekonomi yang Lambat
Purbaya lantas memamerkan rekam jejaknya yang panjang dalam mengelola keuangan negara. Menurutnya, pasar tidak mengetahui bahwa ia telah membantu pemerintah mengelola fiskal sejak tahun 2000.
Ia bahkan menyebut pernah menjadi salah satu "anak buah" Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu selama lebih dari 15 tahun dan mengaku cukup dekat dengan pejabat tersebut.
Lebih lanjut, ia juga memamerkan berbagai jabatan penting yang pernah ia emban, seperti menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Purbaya mengklaim pernah membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Staf Presiden (KSP) dan turut berperan dalam membalikkan perekonomian dengan cepat saat krisis akibat pandemi Covid-19.
Pengalamannya bahkan disebut sudah dimulai sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008, di mana ia menjadi bagian dari lembaga think tank yang fokus pada kebijakan fiskal.
2. Sebut 17+8 Hanya Usulan Sedikit Bagian Rakyat
Berita Terkait
-
Sri Mulyani: Pahlawan atau Simbol Kegagalan?
-
Ucapan Nyelekit Menkeu Purbaya Bikin Joko Anwar Syok, Publik Ikut Geram: Kata-katamu Setajam Silet!
-
Sri Mulyani Dicopot, Rupiah Meriang Hebat Pagi Ini
-
Menkeu Baru Punya PR Berat, Kurangi Utang hingga Hilangkan Pajak Berat untuk Kelas Menengah
-
Purbaya Jadi Menkeu, CORE Indonesia: Ini Ujian Berat Prabowo untuk Jaga Stabilitas Fiskal
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?