Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua, Tbk (PANI) menunjukkan bahwa membangun sebuah kawasan bukan hanya tentang mendirikan gedung pencakar langit dan infrastruktur megah.
Lebih dari itu, perusahaan pengembang properti terkemuka ini juga memandang pembangunan dari perspektif yang lebih luas dan humanis yakni investasi jangka panjang pada sumber daya manusia (SDM).
Melalui misi sosial yang kuat, perusahaan hasil kolaborasi Agung Sedayu Group (ASG) dan Salim Group ini mengusung semangat untuk mencetak generasi muda unggul. Semangat ini diwujudkan secara nyata melalui program beasiswa sarjana, yang merupakan bukti nyata komitmen PIK2 terhadap pendidikan dan pembangunan bangsa.
PANI memahami bahwa fondasi sebuah bangsa yang kuat terletak pada kualitas SDM-nya. Oleh karena itu, beasiswa ini dirancang sebagai jembatan bagi para pemuda untuk meraih pendidikan tinggi, yang diharapkan menjadi bekal mereka untuk menghadapi tantangan masa depan. Dalam menjalankan program ini, PIK2 menggandeng Universitas Terbuka (UT) Serang sebagai mitra strategis. Kemitraan ini memungkinkan puluhan generasi bangsa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi, membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah.
Dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas biaya kuliah, melainkan juga simbolisasi yang mendalam, seperti jaket almamater. Bagi para penerima beasiswa, jaket ini bukan sekadar pakaian, tetapi sebuah penanda dimulainya perjalanan akademik yang penuh harapan.
Salah satu penerima beasiswa, Ari Pratama Suryana, mahasiswa Program Studi Hukum UT Serang, menyebut beasiswa ini sebagai "cahaya harapan". Ungkapan ini menggambarkan betapa besarnya dampak beasiswa ini bagi kehidupan para mahasiswa, yang kini memiliki kesempatan untuk menggapai cita-cita mereka.
PIK2 menaruh harapan besar pada setiap penerima beasiswa. Mereka tidak hanya diharapkan lulus dengan nilai akademis yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa ilmu dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, investasi ini tidak berhenti pada individu, melainkan terus berlipat ganda melalui kontribusi yang mereka berikan.
Disisi lain merujuk laporan keuangan terbaru dari keterbukaan informasi BEI, laba tahun berjalan emiten ini per Juni 2025 tercatat sebesar Rp285,86 miliar. Sementara di tahun 2024, perseroan membukukan laba sebesar Rp284,86 miliar.
Dari sisi top line, perusahaan pengelola kawasan PIK 2 ini membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,64 triliun. Capaian ini naik 22,18% dari tahun lalu sebesar Rp1,34 triliun.
Baca Juga: Pemprov DKI Gencarkan Pelatihan MTU, Warga Sambut Antusias
Bila dilihat dari rinciannya, pendapatan PANI berasal dari penjualan tanah dan abngunan sebesar Rp1,61 triliun dan sewa sebesar Rp448,34 miliar.
Kendati pendapatan meningkat, laba PANI terhimpit beban pokok pendapatan sebesar Rp680,07 miliar. Beban pokok ini terkerek dari tahun lalu sebesar Rp594,68 miliar.
Dari segi permodalan, per Juni 2025, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp48,76 triliun. Sebelumnya, PANI mencatatkan total aset sebesar Rp46,57 triliun di Desember 2024.
Adapun liabilitas dan ekuitas PANI tercatat sebesar masing-masing Rp19,32 triliun dan Rp29,43 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen