- Kemenhut menepis anggapan bahwa pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk kayu energi adalah penyebab deforestasi.
- Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini merupakan upaya strategis untuk menyediakan energi terbarukan.
- Guna memastikan pengelolaan HTI berjalan sesuai aturan, pemerintah telah menyiapkan regulasi ketat.
Suara.com - Kementerian Kehutanan menepis anggapan bahwa pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk kayu energi adalah penyebab deforestasi.
Sebaliknya, pemerintah menegaskan bahwa proyek ini merupakan upaya strategis untuk menyediakan energi terbarukan, memulihkan lahan kritis, dan memperkuat komitmen Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.
Kepala Subdit Sertifikasi dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan, Tony Rianto, menjelaskan bahwa HTI yang dikelola sesuai prinsip berkelanjutan justru berperan penting dalam rehabilitasi lahan terdegradasi dan pencapaian target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
“Dengan pengelolaan yang berbasis Sustainable Forest Management (SFM), HTI untuk kayu energi dapat menjaga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan. Selain itu, keberadaannya berkontribusi pada upaya mengurangi ketergantungan energi fosil serta meningkatkan ketahanan energi nasional,” ujar Tony dikutip Jumat (19/9/2025).
Selain manfaat lingkungan, pengembangan HTI kayu energi juga diharapkan membawa keuntungan ekonomi. Proyek ini diprediksi akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi daerah, mendiversifikasi sumber energi domestik, dan memperkuat daya saing ekspor Indonesia, terutama produk wood pellet.
Pemerintah menyadari adanya kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk LSM, terkait potensi dampak negatif industri biomassa. Untuk itu, sejumlah langkah strategis telah disiapkan.
Guna memastikan pengelolaan HTI berjalan sesuai aturan, pemerintah telah menyiapkan regulasi ketat, pemantauan berbasis teknologi, penerapan Sertifikasi Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), serta penegakan hukum bagi para pelanggar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, Dari Rumah Charging hingga SPKLU
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat di 2025, Dorong Intermediasi & Dukung Program Pemerintah
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto