- Harga saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melonjak 17,24% mencapai Rp680 meskipun laba bersih kuartal II/2025 anjlok 71%.
- Kenaikan ini didorong oleh membaiknya margin profit dan optimisme pasar terhadap kelanjutan proyek smelter HPAL dan target produksi nikel dalam MHP yang ambisius.
Suara.com - Harga saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan lonjakan signifikan pada hari ini, Senin (29/9/2025).
Berdasarkan pantauan, hingga pukul 15.00 WIB, harga MBMA terpantau berada di kisaran Rp680,00, melonjak tajam sebesar +100,00 poin atau setara 17,24% dalam satu hari perdagangan.
Kenaikan kuat ini terjadi tepat setelah perseroan merilis laporan keuangan kuartal kedua (Q2) 2025. Uniknya, rally harga saham ini terjadi meskipun realitas laporan keuangan menunjukkan adanya penurunan kinerja yang cukup signifikan.
Laporan keuangan MBMA mencatat penurunan pendapatan sebesar 31,89% menjadi US$627 juta. Penurunan ini disebabkan oleh adanya aktivitas maintenance (pemeliharaan) smelter sepanjang kuartal kedua, yang berdampak pada kinerja pendapatan yang kurang optimal.
Secara keseluruhan, laba bersih MBMA anjlok 71% menjadi hanya US$5,72 juta.
Penurunan tajam ini terutama disebabkan oleh kontribusi kepentingan non-pengendali yang cukup besar, mencapai US$22 juta dari total laba US$28 juta, sehingga sisa laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk hanya sebesar US$5,85 juta.
Meskipun demikian, ada beberapa sinyal positif dari laporan tersebut yang ditangkap oleh pasar, serupa dengan kinerja induknya, MDKA. Sinyal positif tersebut adalah membaiknya efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan:
- Gross Profit Margin MBMA naik menjadi 7,86% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 6,86%.
- Operating Profit Margin juga menunjukkan perbaikan menjadi 5,71% dibandingkan 5,36%.
Selain itu, laba bersih kepada entitas induk berhasil pulih dari kerugian sebesar US$3 juta pada kuartal I/2025, menjadi laba US$5,85 juta pada kuartal II/2025, meski ini lebih merupakan catatan teknis terkait kepentingan non-pengendali.
Sentimen positif terbesar yang mendorong kenaikan harga saham MBMA adalah optimisme pasar terhadap proyeksi ekspansi dan operasional smelter nikel di tahun 2025 dan ke depan. MBMA diketahui sedang mengoperasikan dan mengembangkan beberapa smelter:
Baca Juga: Prediksi IHSG Hari Ini di Tengah Pelemahan Bursa Asia Imbas Tekanan Tarif Trump
Smelter HPAL PT ESG New Energi Material (Train B): Smelter ini diproyeksikan mampu memproduksi 10.000 ton nikel dalam bentuk MHP (Mixed Hydroxide Precipitate). Sejak kuartal I/2025, smelter ini sudah memproduksi 4.569 ton nikel dalam MHP.
Smelter HPAL PT Meiming New Energi Material: Smelter HPAL kedua ini sedang memasuki tahap commissioning dan diharapkan dapat beroperasi komersial dalam kurun waktu 4-9 bulan ke depan. Izin usaha industri smelter ini baru diperoleh pada April 2025.
Smelter HPAL PT Sulawesi Nickel Cobalt: Smelter ketiga MBMA yang berlokasi di IMIP ini ditargetkan mulai commissioning pada pertengahan tahun 2026.
Prospek ekspansi fasilitas pengolahan nikel ini, yang akan meningkatkan kapasitas produksi bahan baku baterai ke depan, tampaknya lebih dominan mempengaruhi keputusan investor hari ini ketimbang data laba bersih kuartal kedua yang sedang tertekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun