-
IHSG diprediksi berpeluang melanjutkan tren kenaikan solid hari ini, didukung oleh penguatan 0,73% pada penutupan sebelumnya dan net buy asing sebesar Rp260 miliar.
-
Wall Street ditutup menguat setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS dirilis sesuai ekspektasi, meskipun ada sinyal The Fed masih perlu tindakan proaktif terkait pasar tenaga kerja.
-
Sentimen pasar Asia cenderung negatif dan melemah akibat isu tarif impor baru AS yang menargetkan produk farmasi, sementara IHSG direkomendasikan untuk speculative buy dengan saham yang dicermati antara lain BBRI, TLKM, dan BRMS.
Suara.com - Perdagangan IHSG pada hari ini diprediksi memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan yang solid, didukung oleh penutupan positif di Wall Street meski sentimen negatif dari bursa Asia patut diwaspadai.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil menguat sebesar 0,73% yang disertai dengan aksi beli bersih (net buy) asing dengan nilai sekitar Rp260 miliar.
Saham-saham yang paling diminati oleh investor asing antara lain BUMI, ENRG, BRMS, GOTO, dan BMRI.
Tinjauan Pasar Global dan Sentimen Kunci
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi, didorong oleh data inflasi yang dirilis sesuai ekspektasi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,65%, diikuti oleh S&P 500 naik 0,59%, dan Nasdaq Composite menguat 0,44%.
Data Departemen Perdagangan menunjukkan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCI) bulan Agustus sejalan dengan ekspektasi pasar, sementara kenaikan pendapatan pribadi dan belanja konsumen berada di kisaran 0,3% dari bulan sebelumnya.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan pejabat The Fed. Presiden The Fed, Thomas Barkin, menyatakan keyakinannya terhadap perkiraan inflasi, sedangkan Wakil Ketua Michelle Bowman mengisyaratkan perlunya tindakan tegas dan proaktif terkait dinamika pasar tenaga kerja.
Investor saat ini juga menantikan laporan ketenagakerjaan AS bulan September yang akan dirilis pekan depan.
Di sisi korporasi, saham produsen truk Paccar melonjak 5,2% setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor baru pada truk tugas berat.
Baca Juga: Investor Asing Guyur Dana Rp 583,10 miliar ke Pasar Modal, IHSG Menghijau Selama Sepekan
Sebaliknya, saham produsen obat Eli Lilly naik 1,4% setelah Trump mencabut tarif baru pada produk farmasi bermerek.
Bursa Asia Tertekan Isu Tarif Baru AS
Berbeda dengan Wall Street, mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah pada perdagangan Jumat, akhir pekan lalu.
Pelemahan ini sebagian besar diseret oleh saham-saham perusahaan farmasi setelah pengumuman tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump yang menyasar produk farmasi dan barang lainnya.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,87%, Hang Seng Hong Kong turun 1,35%, dan Kospi Korea Selatan merosot 2,45%. Namun, ada beberapa bursa yang menguat seperti ASX 200 Australia dan FTSE Malay KLCI.
Saham farmasi seperti Daiichi Sankyo dan Chugai Pharmaceutical menjadi pemimpin penurunan. Di sisi lain, isu mengenai disetujuinya proposal TikTok di AS dengan nilai transaksi $14 miliar juga menjadi perhatian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP
-
Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan
-
Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan
-
Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar
-
IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran
-
Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk
-
Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI