- Mantan Direktur Utama PT PGN, Hendi Prio Santoso (HPS), resmi ditahan KPK (1–20 Oktober 2025) sebagai tersangka korupsi jual beli gas, menambah daftar tersangka kasus yang sama.
- Profil Hendi menunjukkan karier panjang sebagai pimpinan BUMN (PGN, Semen Indonesia, MIND.ID) dengan kekayaan mencapai Rp242,5 Miliar (LHKPN 2024).
- Penahanan ini disorot di tengah kontroversi soal dugaan penunjukan diri sendiri di PT Vale dan panggilan kasus BLBI.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dan langsung menahan mantan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Hendi Prio Santoso (HPS), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi jual beli gas.
Penahanan ini berlaku selama 20 hari pertama, terhitung mulai tanggal 1 hingga 20 Oktober 2025, di Rutan KPK Cabang Merah Putih.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, pada Rabu (1/10/2025) mengonfirmasi penahanan ini.
Hendi Prio menjadi tersangka ketiga dalam kasus yang sama. Sebelumnya, KPK sudah lebih dulu menahan dua orang lainnya: Iswan Ibrahim (Komisaris PT Inti Alasindo Energy/IAE) dan Danny Praditya (Direktur Komersial PT PGN periode 2016–2019).
Profil Hendi Prio Santoso dan Jejaknya di BUMN
Hendi Prio Santoso, lahir di Jakarta pada 5 Februari 1967, dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dan strategis di berbagai perusahaan milik negara (BUMN).
Lulusan University of Texas (1988) ini memulai kariernya sebagai bankir di Citibank pada paruh pertama dekade 1990-an, kemudian berlanjut ke PT Perdana Multi Finance, dan menjabat sebagai Direktur Investasi Perbankan di JPMorgan Securities Indonesia dari 2004 hingga 2007.
Kariernya di BUMN dimulai pada Mei 2007 ketika ia menjabat Direktur Finance PT PGN.
Sebulan kemudian, Juni 2007, ia diangkat menjadi Direktur Utama PGN, posisi yang dipegangnya selama 10 tahun hingga 2017.
Baca Juga: Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso Ditahan KPK, Diduga Terima Duit Panas Jual Beli Gas
Setelah PGN, Hendi berpindah ke perusahaan BUMN lain:
- CEO PT Semen Indonesia: 2017 hingga 2021
- Direktur Utama PT Mineral Industri Indonesia (MIND.ID): 2021 hingga awal 2025, sebelum akhirnya dicopot dari jabatan tersebut.
Total Kekayaan dan Kontroversi
Berdasarkan laporan terakhirnya di LHKPN KPK pada Desember 2024 (sebagai Dirut MIND.ID), Hendi Prio Santoso melaporkan total kekayaan mencapai Rp242,5 Miliar.
Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan laporan pada 2019 (saat masih di Semen Indonesia) yang tercatat sebesar Rp112,05 miliar, termasuk aset tanah dan bangunan senilai Rp19,81 miliar dan harta bergerak Rp1,06 miliar.
Penahanan Hendi Prio oleh KPK menambah sorotan atas beberapa kontroversi yang pernah melingkari namanya:
Penunjukan Diri Sendiri di PT Vale Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
Terkini
-
Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas
-
Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun
-
Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam
-
BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM
-
Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG
-
Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS
-
Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?
-
Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026
-
Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp16.983