-
SBY menilai negara-negara saat ini lebih memprioritaskan anggaran untuk militer daripada penanganan perubahan iklim.
-
Menurut SBY, kohesi dan kerja sama antar pemimpin global, seperti di forum G20, telah melemah dibandingkan masa lalu.
-
Ketegangan geopolitik dan berkurangnya kerja sama internasional membuat upaya mengatasi perubahan iklim dan isu global lainnya menjadi lebih sulit.
Suara.com - Mantan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memberikan pandangannya terkait situasi global dalam upaya menahan laju perubahan iklim atau climate change.
SBY menyebut bahwa saat ini kebanyakan negara memilih menghabiskan uang untuk memperkuat militer dibanding dengan menangani isu lingkungan.
Awalnya SBY menyinggung situasi pemimpin dunia dalam sejumlah forum internasional seperti PBB hingga G20.
Pengalamannya selama 10 tahun menjabat sebagai presiden, negara-negara yang terhimpun dalam forum internasional itu selalu kompak. Namun, menurutnya situasi saat ini telah berubah.
"Sekarang kohesi itu sudah tidak seperti dulu. Kehangatan. Kadang-kadang bercanda di antara pemimpin G20 Ada Bush, ada Obama, ada Putin, ada Mujinto, Xi Jinping, Ada David Cameron, dan sebagainya. Sekarang, no more. Never again," kata SBY pada agenda "Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2025 yang diselenggarakan ICEF dan IESR di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Berkaca dari situasi saat ini, membuat upaya untuk menekan laju perubahan iklim akan menjadi sulit. Karena melemahnya sistem kerja sama internasional antar negara.
"Situasi dunia, situasi global tidak terlalu cerah untuk mengimplementasikan agenda besar kita ini, menyelamatkan bumi, mengurangi kemiskinan, dan ketimpangan sejagat. Kemudian membuat masyarakat dunia makin sejahtera dalam keadilan yang kita dambakan bersama," jelas dia.
Dia menyoroti situasi negara-negara di berbagai wilayah seperti di Eropa hingga Timur Tengah.
Menurutnya, situasi yang ada dalam kondisi high tension atau ketegangan yang tinggi yang bisa memicu konflik yang tinggi.
Baca Juga: SBY Dukung Visi Energi Presiden Prabowo: Kalau Kita Berhasil, Kita Bisa Selamatkan Bumi
"Not really good. Uang secara global lebih banyak sekarang diarahkan membangun kekuatan militer, untuk tujuan pengamanan geopolitik, dan seterusnya," ucap SBY.
"Bukan lagi untuk menangani isu lingkungan, mengurangi communicable diseases around the globe, untuk menyukseskan pembangunan bangsa-bangsa berdasarkan sustainable development concept, Tetapi ke situ (milier)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kementerian Lingkungan Hidup Rampungkan Instrumen Sekolah Dorong Program Adiwiyata
-
BMKG Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Akibat Iklim Ekstrem, Petani Diminta Tinggalkan Titi Mongso
-
Indonesia Siap Berkontribusi Nyata Lawan Perubahan Iklim, Begini Caranya!
-
Ketua DPD RI Tegaskan Perjuangan Ekologis Sebagai Martabat Bangsa di Hari Keadilan Ekologis Sedunia
-
Mahasiswa Green Leadership Academy Tanam Semangat Baru di Tabung Harmoni Hijau
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini