-
- Industri telekomunikasi Indonesia menunjukkan disiplin harga yang membaik pada Oktober 2025, ditandai dengan kenaikan harga paket data oleh operator utama
- Pendapatan industri diproyeksikan tumbuh tipis 1,8% YoY untuk 9M25, dengan Kuartal III 2025 (3Q25)
- Sektor telekomunikasi dinilai menarik (Overweight) dengan XL Axiata (EXCL) sebagai pilihan utama (top pick) karena valuasi yang diskon dan potensi sinergi besar
Suara.com - Industri telekomunikasi Indonesia memasuki kuartal terakhir tahun 2025 dengan sejumlah penyesuaian harga dan perkembangan signifikan, baik dari sisi persaingan harga paket data seluler maupun infrastruktur fixed broadband.
Sebagian besar operator melakukan perubahan strategi harga, sementara hanya segelintir yang memilih mempertahankan tarif mereka.
Pergerakan Harga Paket Seluler di Bulan Oktober 2025
Pada Oktober 2025, dinamika harga layanan seluler diwarnai oleh aksi kenaikan dan penyesuaian nilai paket oleh pemain utama, menunjukkan adanya disiplin industri yang mulai membaik:
- Telkomsel memimpin dengan menaikkan harga sebesar 4,0% secara bulanan (month-on-month/mom) setelah melakukan penyesuaian ulang pada skema paketnya, termasuk pembagian kuota 5G.
- XL Axiata (XL) melakukan penyesuaian signifikan. Meskipun menambah volume data pada beberapa paket, XL memotong masa berlaku (validity) menjadi 28 hari, yang secara efektif menurunkan harga sebesar 1,4% mom.
- Smartfren kembali menerapkan masa berlaku 30 hari untuk paketnya, yang membuat harga mereka naik sebesar 2,5% mom.
- Tri (3) melakukan kenaikan harga minor yang mendorong rata-rata harga mereka naik sebesar 0,5% mom.
Sementara itu, hanya Axis dan Indosat yang memilih untuk mempertahankan harga paket mereka tanpa perubahan pada bulan ini.
Di sektor fixed broadband atau internet rumah, persaingan juga ketat. XL Satu dilaporkan memotong harga secara drastis sebesar 12,7% mom.
Sementara itu, Biznet memilih untuk meningkatkan kecepatan layanan mereka, yang secara tidak langsung menurunkan rasio biaya per Gbps sekitar 43% mom.
Ekspektasi Pertumbuhan Pendapatan Industri 9M25
Secara keseluruhan, pendapatan industri telekomunikasi diproyeksikan tumbuh tipis sebesar 1,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) untuk periode sembilan bulan pertama (9M25).
Baca Juga: ASN Wajib Kuasai AI: Ini Kata Kominfo dan Indosat Soal Masa Depan Pelayanan Publik
Kinerja pada Kuartal III 2025 (3Q25) diperkirakan menjadi pendorong utama dengan estimasi pendapatan tumbuh sebesar 5,4% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).
Kenaikan pendapatan pada kuartal ini didorong oleh pertumbuhan kuat dari:
- XL Axiata (EXCL): Diproyeksikan tumbuh sebesar 21,3% qoq. Pertumbuhan topline yang kuat ini mencerminkan dampak penuh dari sinergi merger yang telah berjalan satu kuartal penuh. Namun, biaya operasional (opex) perusahaan juga diperkirakan naik tajam sebesar 38% qoq akibat basis biaya yang membesar pasca-merger.
- Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT): Pertumbuhan pendapatan diprediksi solid di angka 9,2% qoq, meskipun angka ini masih sedikit di bawah konsensus pasar. Opex ISAT diperkirakan naik 9% qoq.
Di sisi lain, pendapatan Telkomsel (TLKM) diperkirakan relatif datar, turun tipis sebesar -0,5% qoq, meskipun tingkat keluarnya pelanggan (churn) mulai stabil.
Secara industri, strategi penaikan harga paket starter pack dan paket rebuy (seperti paket Bebas Puas XL yang naik 10% pada Juli) diharapkan dapat mendongkrak pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) sebesar 2,6% qoq, meskipun terjadi sedikit penurunan jumlah pelanggan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengumumkan tiga peserta yang lolos kualifikasi untuk lelang spektrum 1.4 GHz pada 1 Oktober 2025.
Tiga peserta tersebut adalah Telkomsel (TLKM), Wi-Fi (WIFI), dan Eka Mas Republik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih