-
IHSG ditutup fluktuatif pada sesi pertama, di mana penguatan didorong oleh Sektor Energi (IDXENER) melonjak 0,88% dan Sektor Teknologi (IDXTECH) naik 0,82%.
-
Indeks harus melawan tekanan jual yang signifikan dari Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) anjlok 1,06% dan Sektor Keuangan (IDXFIN) turun 0,81% yang menjadi pemberat utama.
-
Kenaikan di Sektor Energi didukung lonjakan saham komoditas seperti RATU (+15,67%) dan HRUM (+13,98%).
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini, Rabu (8/10), dengan performa yang fluktuatif, menunjukkan tarik ulur antara sektor pendorong dan sektor penekan.
Pada penutupan sesi pertama, pergerakan indeks ditopang kuat oleh sektor Energi dan Teknologi, meski harus berjuang melawan tekanan signifikan dari sektor Keuangan dan Infrastruktur.
Berdasarkan data penutupan sesi 1, sektor Energi (IDXENER) memimpin penguatan dengan kenaikan 0,88% ke level 3687,45.
Diikuti ketat oleh sektor Teknologi (IDXTECH) yang naik 0,82%. Sektor Bahan Baku (IDXBASIC) juga turut memberikan kontribusi positif, menguat 0,47%.
Sektor Keuangan dan Infrastruktur Menjadi Pemberat Utama
Meskipun ada penguatan di beberapa sektor, tekanan jual yang cukup besar terjadi di sektor-sektor big caps yang memiliki bobot besar di IHSG. Sektor Infrastruktur (IDXINFRA) menjadi lagging sector terbesar, anjlok 1,06% ke level 1927,69.
Tekanan kedua datang dari sektor Keuangan (IDXFIN), yang turun 0,81%. Pelemahan di sektor keuangan ini sering kali menjadi indikasi aksi profit taking atau kehati-hatian investor terhadap saham-saham perbankan besar.
Selain itu, sektor Properti dan Real Estat (IDXPROP) juga terkoreksi dalam, turun 0,87%.
Energi dan Bahan Baku Digerakkan Komoditas dan Laggards
Baca Juga: IHSG Sempat Cetak Rekor Level Tertinggi 8.200, Ternyata Ini Sentimennya
Kekuatan sektor Energi didukung oleh sejumlah saham yang mengalami lonjakan harga yang signifikan. Saham RATU memimpin dengan kenaikan fantastis 15,67% ke Rp8.675.
Kenaikan juga dicatatkan oleh HRUM yang melonjak 13,98%, serta emiten batu bara dan energi besar seperti ENRG (+4,32%), ADMR (+6,33%), dan ADRO (+2,12%).
Kinerja positif ini mengindikasikan bahwa sentimen harga komoditas global masih mendukung sektor energi.
Di sektor Bahan Baku, penguatan didorong oleh emiten nikel dan mineral:
- INCO memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,94% ke Rp4.460.
- ANTM menguat 2,55% ke Rp3.220.
- Saham nikel lainnya, NCKL, naik 3,67%.
Sektor Teknologi menunjukkan penguatan yang didominasi oleh saham-saham tertentu yang mengalami kenaikan harga tinggi. Saham TFAS mencatatkan kenaikan tertinggi 25,00%. Saham MLPT naik 6,14% ke Rp228.100.
Meskipun demikian, saham teknologi big cap seperti GOTO juga ditutup menguat 1,79% ke Rp57, menunjukkan adanya minat beli yang stabil di sektor digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan
-
Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855
-
8 Ide Usaha Menjanjikan di Desa dengan Modal Kecil yang Menguntungkan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
DJP Kemenkeu Berhentikan Sementara Pegawai Pajak Terjaring OTT KPK
-
Pegawai Pajak Kena OTT KPK, Purbaya: Kami Bantu Dari Sisi Hukum, Tak Akan Ditinggal