-
Harga emas Antam naik Rp 6.000 menjadi Rp 2.305.000 per gram.
-
Emas dunia melesat menembus USD 4.040 karena ketegangan AS-China.
-
The Fed diperkirakan pangkas suku bunga, dukung harga emas menguat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 13 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.305.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu menguat kembali sebesar Rp 6.000 dibandingkan hari Minggu, 12 Oktober 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.154.000 per gram.
Harga buyback itu juga kembali melompat dengan naik Rp 7.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.202.500
- Emas 1 Gram Rp 2.305.000
- Emas 2 gram Rp 4.550.000
- Emas 3 gram Rp 6.800.000
- Emas 5 gram Rp 11.300.000
- Emas 10 gram Rp 22.545.000
- Emas 25 gram Rp 56.237.000
- Emas 50 gram Rp 112.395.000
- Emas 100 gram Rp 224.712.000
- Emas 250 gram Rp 561.515.000
- Emas 500 gram Rp 1.112.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.245.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Terus Melonjak
Harga emas dunia kembali melesat pada awal perdagangan Asia, menembus kisaran USD 4.040 per ons. Reli logam mulia ini dipicu meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang mendorong investor memburu aset safe haven di tengah gejolak global.
Dikutip dari FXStreet, lonjakan harga emas terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif baru sebesar 100 persen terhadap impor dari Tiongkok mulai 1 November mendatang.
Baca Juga: Harga Emas Naik Tipis Senin Ini: Antam Rp 2.414.000 per Gram, Galeri 24 2,3 Jutaan
Kebijakan itu langsung memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi perang dagang jilid baru antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.
Tiongkok pun memperingatkan AS bahwa mereka akan membalas jika Trump tidak menarik ancaman tarifnya.
"Memanasnya perang dagang lagi akan melemahkan dolar dan menguntungkan bagi aset safe haven," kata Tai Wong, pedagang logam independen, dikutip Senin (13/10/2025).
Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan tanda-tanda pembukaan kembali pemerintahan AS dan rilis data ekonomi yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter semakin menguat. Para pedagang memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) masing-masing pada bulan Oktober dan Desember.
Berdasarkan data perangkat CME FedWatch, pasar menilai ada kemungkinan hampir 97 persen bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Oktober, sementara peluang pemangkasan lanjutan di Desember mencapai 92 persen.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya menekan imbal hasil dolar AS dan menurunkan biaya peluang memegang emas, sehingga mendukung kenaikan harga logam mulia tersebut.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi penting, termasuk laporan Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang akan dirilis pada Kamis mendatang. Tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi dapat mengangkat nilai dolar AS dan menekan harga komoditas berdenominasi dolar dalam jangka pendek.
Dengan ketegangan dagang yang belum mereda dan prospek pelonggaran kebijakan moneter AS, para analis menilai harga emas berpotensi tetap kuat dalam waktu dekat, didorong permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah meningkatnya risiko global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara