-
OJK mendorong mahasiswa mulai berinvestasi sejak dini.
-
Mahasiswa diminta waspada terhadap investasi ilegal dan memilih instrumen sesuai kemampuan.
-
Kabupaten Jember punya potensi besar di pasar modal dengan jumlah investor tinggi.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong mahasiswa untuk mulai berinvestasi, termasuk di industri pasar modal.
Hal ini sebagai bagian dari upaya perencanaan keuangan sejak muda.
Namun, mahasiswa diminta untuk cerdas berinvestasi, mengingat banyaknya tawaran-tawaran investasi ilegal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, agar mahasiswa mewaspadai penawaran investasi ilegal.
Sebab, berinvestasi di pasar modal para mahasiswa harus mempelajari secara cermat instrumen-instrumen investasi sesuai kemampuannya.
“Padahal setiap orang sebaiknya mempelajari instrumen investasi itu dengan cermat, memilih instrumen sesuai kemampuan finansial, karena investasi itu bukan gambling,” kata Inarno dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Dia memamparkan beberapa investasi yang tidak wajar yakni dengan memberikan modus keuntungan besar dan lebih cepat.
" Investasi ilegal banyak menawarkan keuntungan yang cepat dan besar itu perlu diwaspadai," ucapnya.
Menurut Inarno, bagi setiap calon investor terutama mahasiswa, perlu memahami karakter dan kinerja perusahaan sebelum berinvestasi.
Baca Juga: Setelah Perusahaan Induk Pailit, Kini Dana Pensiun Sepatu Bata Resmi Dibubarkan OJK
Hal ini agar keputusan yang diambil didasarkan pada analisis fundamental, bukan tren sesaat.
"Apalagi, jumlah investor di pasar modal Indonesia sudah mencapai 18,5 juta SID, dan menariknya lebih dari separuh, atau 54 persen di antaranya investor berusia di bawah 30 tahun yang mendominasi," katanya.
Dikatakan Inarno, Kabupaten Jember memiliki potensi yang sangat besar di pasar modal.
Tercermin pada jumlah investor pasar modal di Kabupaten Jember yang mencapai 113 ribu investor atau investor terbanyak ketiga di Provinsi Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Investasi Makin Mudah, BNI Tawarkan ORI028 Lewat wondr by BNI
-
Rosan: Butuh Investasi Rp 13 Triliun Agar Ekonomi Tumbuh 8 Persen di 2029
-
Pemerintah Sedang Negosiasi Restrukturisasi Utang Kereta Cepat dengan China
-
Arus Modal Asing Banyak yang Kabur, Investasi Indonesia Kalah dari Korea
-
Menko Airlangga: Banyak Bankir Panas Dingin, Ada Apa?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun