- Avian membukukan total pendapatan sebesar US$1,82 triliun.
- Sepanjang tahun 2024, AVIA mencatatkan total pendapatan sebesar Rp7,5 triliun, yang setara dengan US$471 juta.
- Marjin laba bersih Perseroan yang cukup kuat di angka 22,3 persen.
Suara.com - Emiten produsen cat asal Indonesia, PT Avia Avian Tbk (AVIA), kembali masuk dalam daftar bergengsi Fortune Southeast Asia 500 untuk tahun 2025.
Daftar ini menyusun peringkat 500 perusahaan terbesar di tujuh negara kawasan Asia Tenggara berdasarkan kinerja finansial selama tahun fiskal 2024.
Penghargaan ini sendiri disampaikan seiring dengan catatan positif keuangan emiten yang juga dikenal sebagau merek Avian Brands tersebut. Secara kolektif, keseluruhan perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut mencatat total pendapatan mencapai 1,82 USD T
Pengakuan dari Fortune ini merupakan yang kedua kalinya berturut-turut bagi perusahaan berkode saham AVIA tersebut.
"Capaian ini menandai dua tahun berturut-turut AVIA memperoleh pengakuan dari Fortune, yang sekaligus mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga kinerja positif di tengah tantangan ekonomi yang berlangsung," kata Andreas Hadikrisno, Head of Investor Relations AVIA pada Kamis (23/10/2025).
Hal ini menandakan kemampuan Perseroan dalam mempertahankan performa keuangan yang positif di tengah dinamika dan tantangan ekonomi, baik di tingkat lokal maupun global.
Kinerja Finansial dan Skala Operasi
Sepanjang tahun 2024, AVIA mencatatkan total pendapatan sebesar Rp7,5 triliun, yang setara dengan US$471 juta.
Pencapaian ini disertai dengan menjaga efisiensi biaya, yang tercermin dari marjin laba bersih Perseroan yang cukup kuat di angka 22,3 persen. Sementara itu, total aset perusahaan pada periode yang sama tercatat sebesar US$687 juta.
Baca Juga: IHSG Bergerak Dua Arah di Awal Sesi, Tapi Berpotensi Koreksi
Kinerja keuangan yang solid ini didukung oleh jaringan distribusi yang masif, terdiri dari 144 pusat distribusi yang melayani lebih dari 59.000 toko bahan bangunan di seluruh Indonesia.
Dalam menghadapi gejolak ekonomi, AVIA secara konsisten menjalankan strategi pertumbuhan yang bertujuan untuk memperkuat posisi dan pangsa pasar mereka di industri cat dekoratif.
Perseroan memprioritaskan investasi bisnis jangka panjang melalui sejumlah langkah strategis. Prioritas investasi ini mencakup perluasan pusat distribusi untuk menjangkau pasar lebih luas, inovasi produk baru, serta peningkatan efisiensi operasional internal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad