- bank bjb mengumumkan capaian laba konsolidasi sebelum pajak yang fantastis, mencapai Rp1,37 triliun.
- Secara fundamental, total aset konsolidasi bank bjb tercatat tumbuh 2,8 persen menjadi Rp215,9 triliun.
- Penyaluran kredit, termasuk pembiayaan, juga meningkat 3,5 persen mencapai Rp142,9 triliun.
Suara.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. atau Bank BJB (BJBR) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu bank daerah dengan kinerja keuangan paling solid.
Dalam rangkaian Earnings Call 3Q 2025 yang digelar pada Rabu (29/10/2025), bank bjb mengumumkan capaian laba konsolidasi sebelum pajak yang fantastis, mencapai Rp1,37 triliun.
"Keberhasilan ini merupakan hasil dari manajemen aset dan liabilitas yang hati-hati (prudent), serta optimalisasi pendapatan non-bunga (fee based income) yang sejalan dengan efisiensi operasional," Pemimpin divisi Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia.
Herfinia memaparkan bahwa pertumbuhan bank ini didukung oleh tiga pilar utama: penguatan digital, komitmen keberlanjutan (sustainability), dan sinergi grup yang semakin erat.
bank bjb menunjukkan terobosan nyata di ranah digital melalui produk pinjaman ASN digital, KGB Pisan (Pinjaman ASN). Hanya dalam satu tahun, produk ini telah menyalurkan kredit kepada lebih dari 5.800 debitur.
KGB Pisan menjadi bukti efisiensi digital, memungkinkan proses kredit tanpa interaksi fisik dan waktu persetujuan yang lebih cepat. Ke depan, bank bjb berencana memperluas cakupan layanan ini untuk pengajuan kredit baru, memperkuat captive market di sektor konsumer.
Secara fundamental, total aset konsolidasi bank bjb tercatat tumbuh 2,8 persen menjadi Rp215,9 triliun. Penyaluran kredit, termasuk pembiayaan, juga meningkat 3,5 persen mencapai Rp142,9 triliun, dengan rasio LDR (Loan to Deposit Ratio) yang sehat di angka 85,3 persen.
bank bjb tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada keberlanjutan. Hingga September 2025, bank ini telah mengukuhkan portofolio pembiayaan hijau (Green Financing) yang menembus Rp15,2 triliun. Dana ini difokuskan pada sektor lingkungan, UMKM hijau, dan transportasi rendah emisi.
Kesungguhan bank bjb dalam agenda berkelanjutan semakin nyata dengan penerbitan Sustainable Bond senilai Rp1 triliun. Langkah ini memperkuat pendanaan hijau dan menegaskan peran bank bjb dalam mendukung agenda ekonomi berkelanjutan nasional.
Baca Juga: Meroket 9,04 Persen, Laba Bersih BSI Tembus Rp 5,57 Triliun di Kuartal III-2025
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera
-
Tambang Martabe Mau Diambil Alih, Agincourt Resources Bicara Hak dan Kewajiban
-
Danantara Tugaskan PGN ke Bisnis Midstream dan Hilir Migas
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
-
Izin Tambang untuk Ormas Picu Polarisasi, Tapi Tak Sampai Pecah Organisasi
-
Danantara Respon Anjloknya Pasar Saham RI, Mau Guyur?
-
Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
-
Daftar Jajaran Direksi Perminas, Ada Petinggi Emiten Bakrie
-
Pindah Kantor di BEI, OJK Akan Tendang Keluar Bursa Emiten yang Langgar Aturan Free Float
-
Wacana Tambang Martabe Dikelola Perminas akan Diputuskan Lewat Rapat Antar-Kementerian