-
Harga emas Antam merosot tajam Rp 26.000 menjadi Rp 2.260.000/gram.
-
Emas dunia tertekan penguatan Dolar AS dan sikap hawkish The Fed.
-
Tren emas jangka menengah positif didukung ketidakpastian geopolitik dan shutdown AS.
Jika harga mampu menembus di atas level tersebut, FXStreet memproyeksikan potensi penguatan menuju SMA 100 periode di kisaran USD 4.107, bahkan bisa memperluas kenaikan ke area USD 4.150.
Sebaliknya, support terdekat berada di USD 3.928, dengan batas psikologis berikutnya di USD 3.900. Relative Strength Index (RSI) pada grafik empat jam tercatat di level 47, menandakan bias netral dan memperkuat pandangan bahwa harga emas masih akan bergerak dalam fase konsolidasi jangka pendek.
Dengan situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan kebijakan moneter AS yang masih menjadi sorotan utama, pelaku pasar diperkirakan tetap berhati-hati menghadapi potensi volatilitas harga emas dalam beberapa hari ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?