- PT JMTRD akan melaksanakan pemeliharaan jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi selama sepekan.
- Pekerjaan meliputi rekonstruksi perkerasan, SFO, dan pengecatan marka jalan di berbagai titik dan lajur kedua arah tol.
- Lajur yang diperbaiki tidak dapat dilalui sementara waktu demi keselamatan.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui anak usaha Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMTRD) melanjutkan kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalan di sepanjang ruas Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi selama sepekan ke depan.
Agendaini merupakan bagian dari upaya rutin Jasa Marga untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan jalan tol.
Pekerjaan pemeliharaan jalan ini dijadwalkan berlangsung mulai Minggu (16/11/2025) hingga Sabtu (22/11/2025).
Agni Mayvinna, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, dalam keterangannya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu, menjelaskan bahwa jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi rekonstruksi perkerasan (rigid dan blacktop), scrapping filling overlay (SFO), dan pengecatan marka jalan.
Sebelumnya, pekerjaan serupa telah dilakukan selama lima hari pada 11-15 November oleh JMTRD bersama PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).
Selama sepekan, pekerjaan pemeliharaan di ruas Tol Cipularang akan dibagi berdasarkan arah dan jenis pekerjaan:
Rekonstruksi Perkerasan:
Arah Bandung: Pekerjaan rekonstruksi rigid dan blacktop dilaksanakan di lajur 1 dan lajur pendakian. Total terdapat 17 titik pekerjaan yang tersebar mulai dari KM 68+130 hingga KM 115+701.
Arah Jakarta: Pekerjaan dilaksanakan di lajur 1 pada tiga titik, yakni dari KM 93+740 hingga KM 93+430.
Baca Juga: Misteri Motor Trail di Tol Papanggo: 2 Bocah Ditemukan Linglung, Polisi Ungkap Kronologi Janggal
Pengecatan Marka Jalan:
Arah Bandung: Pekerjaan pengecatan marka jalan dilakukan di lajur bahu luar dan lajur 1, mencakup sembilan titik pekerjaan dari KM 100+547 hingga KM 115+095.
Arah Jakarta: Pekerjaan serupa dilaksanakan di lajur bahu luar dan lajur 1, mencakup 11 titik pekerjaan dari KM 112+497 hingga KM 98+300.
Rincian Pekerjaan di Ruas Tol Padaleunyi
Untuk ruas Tol Padaleunyi, pekerjaan pemeliharaan juga dilakukan secara intensif dengan tiga jenis kegiatan utama:
Rekonstruksi Perkerasan:
Arah Cileunyi: Pekerjaan rekonstruksi rigid dan blacktop dilaksanakan di lajur bahu luar, akses keluar Pasir Koja, lajur 1 (KM 129+845 sampai KM 140+022), dan lajur 2 (KM 127+139 hingga KM 127+436).
Arah Padalarang: Pekerjaan dilaksanakan di lajur 1, Off Ramp Kopo Segmen 1 dan Segmen 2, lajur 1 (KM 154+327 sampai KM 141+232), serta di lajur 2 (KM 137+712 sampai KM 137+644).
Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO):
Arah Padalarang: Pekerjaan SFO dilakukan di lajur 2 (KM 139+003 sampai KM 136+222), lajur 3 (KM 137+635 sampai KM 137+203), serta di bahu jalan luar (KM 136+900 sampai KM 136+166).
Pengecatan Marka Jalan:
Arah Cileunyi: Pengecatan marka jalan dilaksanakan di lajur bahu luar dan lajur 1, mencakup tujuh titik pekerjaan dari KM 2+000 hingga KM 153+200.
Arah Padalarang: Pekerjaan pengecatan marka dilaksanakan di lajur bahu luar dan lajur 1, mencakup delapan titik pekerjaan dari KM 2+800 hingga KM 136+600, serta di lajur bahu dalam pada akses keluar Gerbang Tol Cileunyi.
Jasa Marga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pekerjaan pemeliharaan ini.
Pihaknya menjelaskan bahwa lajur yang menjadi objek pekerjaan tidak dapat dilintasi untuk sementara waktu selama pekerjaan berlangsung, demi menjamin keselamatan pekerja dan kualitas perbaikan.
Kendati demikian, lajur lainnya dipastikan tetap dapat digunakan sebagai jalur lalu lintas. Jasa Marga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar tetap berhati-hati, memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, dan selalu mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya
-
IHSG Meloyo di Sesi Pertama Gegara Defisit APBN, 438 Saham Kebakaran
-
6 Fakta Dugaan Bank Jambi Dibobol Hacker, Uang Nasabah Dijamin Diganti
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
-
China Kunci 20 Perusahaan Terkait Militer Jepang, Ada Mitsubishi dan Subaru
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Bank China Construction (MCOR) Bukukan Pertumbuhan Laba dan Aset
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram