- Pada Selasa, 18 November 2025, IHSG sesi pertama ditutup melemah 0.38% ke level 8.384,59.
- Sektor Properti memimpin penguatan hari itu dengan kenaikan signifikan 1.92%, didukung saham seperti RISE yang melaju sangat tinggi.
- Nilai transaksi sesi pertama mencapai Rp 11,53 Triliun dengan saham TPIA menjadi kontributor positif terbesar.
Suara.com - Perdagangan sesi pertama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa, 18 November 2025, ditutup di zona merah. Indeks acuan terpantau melemah -0.38% atau turun 32.29 poin ke level 8.384,59.
Pergerakan indeks sepanjang sesi cukup fluktuatif, sempat menyentuh level tertinggi di 8.442,87 namun tertekan hingga ke level terendah 8.345,85.
Koreksi ini juga tercermin pada indeks LQ45 yang turun tipis -0.28% ke posisi 847,52.
Nilai transaksi pada sesi pertama tercatat sebesar Rp 11,53 Triliun, dengan volume perdagangan mencapai 26,14 Miliar saham.
Di pasar mata uang, Rupiah sedikit melemah terhadap Dolar AS di level Rp 16.750, sementara harga minyak mentah WTI berada di $59.48 per barel.
Pelemahan IHSG siang ini terutama didorong oleh kinerja negatif dari sektor-sektor komoditas.
Sektor Energi (IDXENER) menjadi penekan utama dengan penurunan -2.09%, diikuti oleh Sektor Bahan Baku (IDXBASIC) yang melemah -1.22%, dan Sektor Barang Konsumen Non-Primer (IDXCYC) yang turun -1.08%.
Saham-saham energi dan bahan baku berkapitalisasi besar yang menjadi Top Lagging Movers antara lain BRPT yang terkoreksi tajam -4.77%, MDKA turun -6.64%, BYAN melemah -1.96%, dan saham energi terbarukan BREN yang turun -1.03%.
Selain itu, saham BUMI dan MINA yang mendominasi dari sisi volume dan nilai transaksi juga mengalami koreksi masing-masing sebesar -2.70% dan -2.48%.
Baca Juga: Isyaratkan Aksi Korporasi, Saham BRRC Dipantau Investor
Di tengah tekanan pasar, Sektor Properti (IDXPROP) justru tampil gemilang sebagai pemimpin penguatan (Leading Sector) dengan kenaikan +1.92%.
Saham RISE menjadi bintang utama sektor ini dengan lonjakan +14.69%, diikuti oleh BKSL yang naik +9.09%. Emiten properti lainnya seperti ASRI (+2.37%), CTRA (+0.57%), dan PWON (+0.55%) turut menopang kinerja indeks sektoral.
Sektor Keuangan (IDXFIN) juga berhasil bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis +0.01%, menjadi satu-satunya sektor lain yang mencatatkan kinerja positif selain properti.
Penguatan ini didukung oleh aksi beli pada saham perbankan besar seperti BBRI yang naik +1.27% dan BBNI yang menguat +1.37%.
Meskipun IHSG terkoreksi, beberapa saham mencatatkan kenaikan harga yang fantastis. PEGE memimpin daftar Top Gainers dengan lonjakan +34.68%, disusul oleh APEX yang naik +28.80%, dan BAPA yang menguat +27.27%.
Dari sisi penggerak indeks (Top Leading Movers), saham petrokimia TPIA memberikan kontribusi positif terbesar dengan kenaikan +6.34%. Dukungan juga datang dari saham BBRI (+1.27%), RISE (+14.69%), dan AMMN (+1.98%).
Sebaliknya, tekanan jual yang masif membuat beberapa saham masuk dalam jajaran Top Losers, seperti PJHB yang anjlok -14.97% dan PURI yang turun -14.81%.
Secara keseluruhan, sesi pertama hari ini menunjukkan sentimen pasar yang cenderung wait and see dengan rotasi sektor yang jelas dari komoditas ke properti dan perbankan.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas harga komoditas dan nilai tukar pada sesi kedua perdagangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini