- IHSG ditutup menguat 0,55 persen pada Senin, 17 November 2025, mencapai level 8.416, didukung sektor properti menurut riset Phintraco Sekuritas.
- Rupiah melemah menjadi sekitar Rp 17.736 per USD akibat penguatan dolar AS setelah komentar pejabat The Fed cenderung hawkish.
- Sebanyak 40,28 miliar saham diperdagangkan senilai Rp 21,04 triliun, dengan 369 saham menguat dan 300 saham mengalami koreksi harga.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus perkasa hingga akhir perdagangan Senin, 17 November 2025. IHSG ditutup menghijau di level 8.416 atau naik 0,55 persen.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengemukan, indeks terdorong saham-saham sektor properti. Sedangkan, sektor material dasar tercatat koreksi tajam.
"Rupiah ditutup melemah di sekitar level Rp 17.736/usd (17/11), seiring dengan penguatan indeks Dolar AS akibat komentar pejabat the Fed yang cenderung hawkish sehingga melemahkan harapan akan penurunan suku bunga the Fed pada Desember 2025," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Secara teknikal, IHSG bertahan di atas level MA5. Histogram positif MACD kembali mengalami kenaikan. Indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area overbought.
Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 8.450-8.480.
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 40,28 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,04 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,66 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 369 saham bergerak naik, sedangkan 300 saham mengalami penurunan, dan 287 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ADES, ARKO, BBCA, CMRY, COIN, DCII, DSSA, FILM, KETR, MLPT, NRCA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AMMN, ARTA, BLUE, CLAY, CPIN, EMA, MDKA, MPRO, PANI, PGUN, PUDP, PURI.
Baca Juga: IHSG Perkasa di Awal Sesi Perdagangan, Apa Pendorongnya?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal