Bisnis / Ekopol
Selasa, 18 November 2025 | 13:07 WIB
Pertemuan empat mata Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/11/2025). [Sekretaris Kabinet]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo membahas program strategis dengan Sufmi Dasco.
  • Target ekonomi 8 persen dan hilirisasi menjadi pembahasan utama.
  • Presiden Prabowo meminta realisasi seluruh program dipercepat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, untuk membahas serangkaian program prioritas pemerintah.

Pertemuan empat mata yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/11/2025) ini menjadi sinyal kuat adanya upaya percepatan realisasi janji kerja pemerintah melalui koordinasi intensif antara eksekutif dan legislatif.

Pertemuan ini digelar sesaat setelah Presiden Prabowo meresmikan program digitalisasi pembelajaran di SMPN 4 Kota Bekasi.

Agenda di Istana tersebut, secara khusus dimaksudkan untuk memperkuat sinkronisasi antarlembaga sekaligus membahas sejumlah program strategis yang tidak hanya sedang berjalan, tetapi juga akan segera diakselerasi dalam waktu dekat.

Empat isu krusial menjadi fokus utama, mulai dari target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, percepatan hilirisasi industri, pembangunan olahraga, hingga komitmen menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.

Pertemuan empat mata Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/11/2025). [Sekretaris Kabinet]

Genjot ekonomi 8 persen

Pada sektor ekonomi, Presiden Prabowo menegaskan kembali target pertumbuhan ekonomi nasional yang harus mencapai minimal 8 persen.

Untuk mencapai angka tersebut, ia menekankan pentingnya penetapan kebijakan yang berorientasi pada hasil konkret dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sejalan dengan target pertumbuhan, program hilirisasi menjadi topik pembahasan yang tak kalah penting.

Baca Juga: Prabowo Setuju RUU Kuhap Disahkan Jadi UU, Fokus Berantas Kejahatan Siber dan HAM

Presiden Prabowo menekankan perlunya percepatan di seluruh sektor, dari hulu hingga hilir. Menurutnya, program hilirisasi bukan hanya menjadi penggerak utama industrialisasi nasional.

Dikatakan bahwa, program hilirisasi tidak hanya menjadi penggerak utama industrialisasi nasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan nilai tambah di wilayah masing-masing.

Keterlibatan aktif pemerintah daerah dipandang sebagai kunci untuk memastikan program ini berjalan merata dan berdampak luas.

Pembangunan olahraga

Selain ekonomi, menurut keterangan Biro Pers Istana dan Seskab Teddy Indra Wijaya, pertemuan tersebut juga menyoroti persoalan di bidang olahraga.

Salah satu agenda utamanya adalah rencana pembangunan kompleks fasilitas latihan atlet yang modern, komprehensif, dan terintegrasi.

Fasilitas ini dirancang sebagai pusat pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Selain itu, dibahas pula rencana pengiriman cabang olahraga unggulan Indonesia untuk menjalani pelatihan intensif di luar negeri guna meningkatkan daya saing di kancah internasional.

Pada saat yang sama, Kepala Negara dan Wakil Ketua DPR RI itu juga membahas situasi terkini di bidang politik dan keamanan.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas serta menciptakan rasa aman yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

"Diskusi mengenai perkembangan terkini di bidang politik dan keamanan, dengan fokus menjaga stabilitas dan rasa aman bagi masyarakat," ujar Teddy.

Arahan Tegas Presiden: Eksekusi Cepat!

Akhir pertemuan, Presiden Prabowo memberikan arahan yang tegas dan tidak ambigu. Ia meminta agar seluruh program strategis yang telah dibahas segera dieksekusi tanpa penundaan.

Menurut Presiden, percepatan realisasi ini krusial untuk memberikan dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Presiden Prabowo menegaskan agar seluruh program strategis tersebut segera direalisasikan agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat luas serta menumbuhkan optimisme dan rasa aman," lanjut Teddy.

Arahan ini menggarisbawahi urgensi yang dilihat pemerintah dalam menjalankan agendanya, sekaligus menjadi pesan bahwa sinergi antara Istana dan Parlemen akan menjadi tumpuan utama dalam mengawal program-program strategis ke depan.

Load More