- Gangguan global terjadi pada infrastruktur internet Cloudflare pada Selasa (18/11/2025).
- Perusahaan Amerika Serikat ini, yang mengamankan 20% lalu lintas web global, mengalami masalah setelah adanya lonjakan lalu lintas yang tidak biasa pada salah satu layanannya.
- Layanan mulai pulih setelah beberapa jam perbaikan diterapkan.
Namun, belum ada konfirmasi apakah aktivitas pemeliharaan ini memiliki kaitan dengan outage yang terjadi. Sebagai upaya perbaikan, Cloudflare bahkan sempat menonaktifkan layanan enkripsi bernama Warp di London.
Cloudflare digambarkan oleh Profesor Alan Woodward dari Surrey Centre for Cyber Security sebagai "perusahaan terbesar yang mungkin belum pernah Anda dengar namanya."
Perusahaan ini mengklaim melayani dan mengamankan sekitar 20% dari seluruh lalu lintas web di dunia.
Woodward menyebut Cloudflare sebagai "penjaga gerbang" internet. Perannya sangat penting, termasuk:
- Memantau lalu lintas ke situs-situs pelanggan untuk membela mereka dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS), yaitu ketika peretas mencoba membanjiri sistem situs dengan terlalu banyak permintaan hingga melumpuhkannya.
- Memastikan bahwa pengguna yang mengakses situs adalah manusia, bukan bot berbahaya.
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan layanan infrastruktur digital global yang terjadi belakangan ini.
Sebelumnya, Amazon Web Services dan layanan Azure dan Microsoft 365 dari Microsoft juga sempat mengalami gangguan signifikan.
Pada Juli 2024, upgrade software yang salah oleh CrowdStrike bahkan sempat melumpuhkan penerbangan, layanan finansial, dan menyebabkan penundaan prosedur rumah sakit secara global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai