- Platform investasi properti fraksional GORO telah lulus uji coba Sandbox OJK, membuka akses investasi properti terjangkau bagi masyarakat luas.
- GORO memanfaatkan tokenisasi properti berbasis teknologi blockchain, memungkinkan masyarakat berinvestasi aset properti dengan modal mulai dari sepuluh ribu rupiah.
- Selama uji coba Sandbox, GORO berhasil menguji total aset properti senilai sekitar Rp42 miliar dari tujuh properti berbeda untuk meningkatkan inklusi keuangan.
Suara.com - Investasi properti identik dengan modal besar, namun kini masyarakat bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal minim. Hal ini setelah adanya platform yang mengakomodir investasi itu.
Salah satunya, GORO, perusahaan investasi properti fraksional, yang telah lulus dari Ruang Uji Coba Inovasi Keuangan (Sandbox) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kelulusan ini membuka jalan bagi akses investasi properti yang jauh lebih terjangkau.
GORO dinyatakan lolos dari Sandbox melalui Surat OJK Nomor S-527/IK.01/2025 dan S-528/IK.01/2025, setelah memenuhi seluruh persyaratan dan kriteria kelayakan sesuai Peraturan OJK Nomor 3 Tahun 2024 dan Surat Edaran OJK Nomor 5/SEOJK.07/2024.
Co-founder dan CEO GORO, Andryan Gouw, menyebut kelulusan dari Sandbox OJK ini menguatkan misi perseroan untuk membuat investasi lebih inklusif, terjangkau, dan mudah dipahami, khususnya di aset properti.
"Dengan tokenisasi properti berbasis teknologi blockchain, kami memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk memiliki kesempatan berinvestasi di aset properti dengan modal mulai dari Rp 10.000," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Andryan mengungkap, lebih dari 60 persen pengguna GORO adalah investor pemula, menunjukkan bahwa platform tokenisasi properti ini berhasil membuka akses investasi untuk masyarakat luas.
Tokenisasi properti yang digunakan GORO memanfaatkan teknologi blockchain sehingga memungkinkan kepemilikan aset secara pecahan.
Pendekatan ini sejalan dengan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2024–2028 yang diluncurkan OJK pada 8 Agustus 2024.
“Dengan total nilai aset sekitar Rp42 miliar dari 7 properti yang diuji selama Sandbox, kami membuktikan bahwa model bisnis tokenisasi properti dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesi," kata General Manager GORO, Aditian.
Baca Juga: Blockchain Dianggap Mampu Merevolusi Pengelolaan Data Nasional, Benarkah?
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi sejalan dengan arah kebijakan OJK melalui Rancangan Peraturan OJK tentang Penawaran Aset Keuangan Digital (RPOJK AKD), guna memastikan inovasi tumbuh tanpa mengorbankan pelindungan investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
-
Cetak Laba Rp68,11 Miliar, Emiten CASH Fokus di Sistem Pembayaran Digital
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Produsen Mie Sedaap PHK Massal Jelang Lebaran 2026 Demi Hindari Bayar THR
-
IHSG Bangkit dari Koreksi, Kembali ke Level 8.300
-
McDonald's RI Mulai Ekspansif Lagi
-
Impor Pikap India Lebih Murah, Agrinas Klaim Efisiensi Rp 46,5 Triliun
-
Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing