- Bitcoin mengakhiri November dengan penurunan signifikan lebih dari 17%, memicu keraguan tentang level dasar harga saat ini.
- Kehati-hatian pasar tercermin dari aliran keluar bersih ETF sebesar $3,48 miliar pada November dan data on-chain negatif.
- Desember diperkirakan berjalan tenang tanpa volatilitas besar, dengan pergerakan naik lambat menunggu konfirmasi dari ETF dan whale.
Suara.com - Harga Bitcoin memasuki bulan Desember dalam fokus utama investor, mengingat pasar menutup bulan November dengan kinerja yang lemah.
Bitcoin anjlok lebih dari 17% sepanjang November, mematahkan tren musiman kuat yang biasa terjadi pada bulan tersebut.
Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai apakah pantulan harga dari level $80.000 baru-baru ini merupakan dasar (bottom) yang sesungguhnya.
Meskipun Desember memiliki sejarah hasil yang beragam bagi Bitcoin, data awal menunjukkan kehati-hatian, baik dari sisi aliran dana spot maupun sinyal on-chain. Saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin berkisar $87.311 USD.
Secara historis, Desember bukanlah bulan yang sangat kuat bagi Bitcoin. Rata-rata pengembalian jangka panjang adalah 8,42%, tetapi median pengembaliannya hanya 1,69%.
Empat tahun terakhir juga menunjukkan hasil yang beragam, dengan tiga di antaranya mencatatkan bulan Desember yang negatif.
Kekalahan di November menambah kehati-hatian pasar. Alih-alih mengulang pola musiman yang kuat, BTC menutup bulan dengan penurunan lebih dari 17%.
Kehati-hatian ini tercermin kuat dalam aliran Exchange-Traded Fund (ETF). November ditutup dengan total net outflows (dana keluar bersih) sebesar -$3,48 miliar di seluruh ETF spot AS.
Ahli Analisis Utama MEXC, Shawn Young, seperti yang dikutip via beincrypto, menegaskan bahwa permintaan ETF yang lebih kuat dan konsisten sangat penting sebelum rebound yang berarti dapat dimulai.
Baca Juga: Sinyal Bearish Bitcoin: Waspada Bull Trap di Tengah Ketidakpastian Makro Global
"Indikator yang paling jelas dari rally kenaikan Bitcoin berikutnya adalah kebangkitan kembali sentimen risiko, perbaikan kondisi likuiditas, dan kedalaman pasar," ungkap Shawn Young.
Ia menambahkan, ketika ETF spot Bitcoin mulai mencatat arus masuk (inflows) $200–$300 juta selama beberapa hari, itu bisa menjadi sinyal bahwa investor institusi mulai berotasi kembali ke BTC.
Hunter Rogers, Co-Founder TeraHash, menilai pengaturan pasar untuk Desember masih terlihat tenang, bahkan setelah penurunan tajam November.
"Saya tidak mengharapkan Desember yang sangat volatil—tidak ada lonjakan besar maupun penurunan besar. Bulan yang lebih tenang dengan gerakan naik yang lambat terlihat lebih realistis. Ini terasa seperti fase perbaikan," katanya.
Data on-chain Bitcoin menunjukkan bahwa kondisi pasar belum sesuai dengan konfirmasi dasar (bottom) yang biasanya terbentuk di Desember.
Dua sinyal inti memberikan gambaran serupa: whale (dompet besar) masih mengirimkan koin ke bursa, dan pemegang jangka panjang (Long-Term Holders/LTS) tetap berada dalam mode distribusi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan