- CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengusulkan perubahan skema kompensasi subsidi BUMN di Jakarta pada Kamis (4/12/2025).
- Perubahan skema dari cost plus menjadi mark-to-market telah diterapkan pada subsidi pupuk guna meningkatkan efisiensi pembayaran.
- Pemerintah menyalurkan berbagai subsidi strategis seperti energi, pupuk, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan untuk masyarakat.
Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengusulkan adanya perubahan skema kompensasi subsidi terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal ini dilakukan agar kinerja BUMN lebih efisiensi dan subsidi lebih tepat sasaran.
"Ya, untuk lebih menyempurnakan. Ya, juga agar subsidi dan kompensasi itu lebih adil, lebih tepat sasaran," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Sebenarnya, bilang Rosan, pengubahan skema kompensasi subsidi BUMN ini telah dilakukan di sektor pupuk.
Ia menerangkan, dulunya pembayaran kompensasi pupuk subsidi menggunakan skema cost plus, di mana harganya dinaikan atau mark up. Namun, kini diubah menjadi mark-to-market atau harga pasar, di mana pembayaran kompensasi dibayarkan sesuai harga pasar.
"Sehingga ini memberikan inisiatif kita untuk lebih efisien. Karena kalau dulu kan tidak efisien saja tetap mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan cost kami plus berapa persen," ucapnya.
Rosan yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi ini menegaskan, pengubahan skema kompensasi ini tidak mengurangi pemberian subsidi kepada masyarakat.
"Itu kita coba lakukan sehingga tidak mengurangi hak-hak dari masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Tapi di saat bersamaan kompensasi juga bisa ikut turun dan lebih efisien," ucapnya.
Rosan menambahkan, saat ini alur pembayaran kompensasi subsidi juga mulai lebih baik dari sebelumnya.
Baca Juga: Bos Danantara Terus Rayu Menkeu Purbaya Bantu Bayar Utang Kereta Cepat
"Kerja sama dengan Kementerian Keuangan juga sangat-sangat baik. Karena pembayaran juga dari kompensasi dan subsidi itu sekarang sudah lebih sangat baik," bebernya.
Apa Saja Subsidi yang Diberikan Pemerintah
Pemerintah Indonesia terus menyalurkan berbagai jenis subsidi sebagai bagian dari kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Subsidi tersebut mencakup banyak sektor strategis.
Di bidang energi, pemerintah memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram, serta listrik bagi pelanggan rumah tangga kecil dan usaha mikro. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan lonjakan inflasi.
Tak hanya itu, sektor pertanian juga mendapatkan perhatian melalui subsidi pupuk untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dengan biaya yang lebih terjangkau.
Di sektor transportasi, pemerintah menanggung sebagian biaya operasional melalui subsidi angkutan umum, termasuk kereta komuter dan kapal perintis, agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Mudik Lebaran 2026 Diproyeksi Turun, Menhub: Pergerakan Tetap Bisa Tembus di Atas 143 Juta Orang
-
Pegadaian Perkuat Transformasi Layanan Lewat Kampanye Nasional Melayani Sepenuh Hati
-
Pekerja Swasta Protes THR Kena Pajak, Menkeu Purbaya: Protes ke Bosnya Dong!
-
Harga Cabai Rawit Tembus Rp78.900/kg, Ini Daftar Lengkap Harga Pangan Terbaru Hari Ini
-
Stok Barang Impor Mampet, Pengusaha Ritel Cemas Momentum Lebaran 2026 Terganggu
-
90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh
-
Garuk-garuk Kepala! Purbaya Sudah Buat APBN 2026 Defisit 0,53 Persen
-
Pengusaha Mal Full Senyum Pada Momen Ramadan dan Lebaran Tahun Ini
-
Studi Oxford Economics Ungkap Dampak Bisnis McDonalds di Indonesia
-
BRIN Ungkap Produk Tembakau Alternatif Minim Risiko Toksikan, Apa Itu?