Suara.com - Salah satu hal yang sering kali menghalangi seseorang untuk mulai investasi obligasi adalah anggapan jika hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan modal besar. Padahal, obligasi adalah instrumen investasi yang masih tergolong mudah diakses oleh banyak kalangan masyarakat. Modal yang dibutuhkan untuk memulainya pun terbilang masih terjangkau, yakni mulai Rp1 juta saja.
Dengan modal terjangkau dan akses yang mudah, investasi obligasi bisa menjadi cara ideal untuk membangun kekayaan di masa depan. Terlebih, risiko investasi obligasi terbilang sedang dengan potensi keuntungan yang menjanjikan.
Nah, jika Anda tertarik untuk menikmati sederet keuntungannya, simak cara memulai investasi obligasi dengan modal kecil berikut ini.
Pengertian Obligasi
Sebelum membahas tentang cara memulainya, Anda perlu memahami apa itu obligasi terlebih dulu. Secara umum, obligasi adalah instrumen surat utang dan diterbitkan oleh korporasi atau perusahaan yang bisa dibeli oleh investor.
Saat membeli obligasi, artinya investor meminjamkan uang pada pihak penerbit obligasi. Sebagai gantinya, investor bisa mendapatkan keuntungan dari kupon atau bunga obligasi secara berkala, serta pengembalian pokok investasi saat jatuh tempo. Obligasi juga memiliki beberapa jenis dengan karakteristik dan risiko tersendiri yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan investor.
Cara Mulai Investasi Obligasi
Meski menawarkan beragam keuntungan, investasi obligasi perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar bisa dijalani dengan lancar.
Berikut adalah cara memulai investasi obligasi modal kecil dan aman.
- Tetapkan Dulu Tujuan Keuangan
Pada dasarnya, obligasi bisa menjadi pilihan investasi yang tepat tergantung dari tujuan keuangan yang ingin diraih. Dengan tingkat risiko sedang, obligasi ideal dipilih untuk mewujudkan tujuan keuangan jangka menengah, misalnya untuk 2 sampai 4 tahun mendatang. Jadi, pastikan untuk menetapkan dulu tujuan keuangan sebelum memilih investasi obligasi.
- Tentukan Jenis Obligasi
Obligasi memiliki beberapa jenis produk dengan keunggulan dan kekurangan tersendiri, misalnya, ORI, SBR, dan sukuk ritel. ORI atau Obligasi Ritel Indonesia adalah obligasi yang menawarkan kupon tetap dan dapat diperdagangkan pada pasar sekunder.
Baca Juga: Wamentan Sudaryono Promosikan Peluang Investasi Pertanian ke Rumania, Indonesia Swasembada Beras
Sementara SBR atau Savings Bond Ritel adalah obligasi dengan kupon floating with floor (mengambang dengan batas bawah) yang fleksibel dicairkan sebagian sebelum jatuh tempo. Lalu, bagi investor syariah, ada opsi sukuk ritel dengan sistem kupon bebas bunga dan halal.
- Daftar Akun di Sekuritas Resmi
Setelah itu, daftar akun di platform sekuritas atau mitra penjual yang menyediakan layanan investasi obligasi. Pastikan pula layanannya resmi dan kredibel. Zaman dulu, beli obligasi harus antre di bank. Sekarang, semuanya ada di genggaman. Langkah pertama adalah mendaftar untuk mendapatkan SID (Single Investor Identification).
Anda bisa melakukan pendaftaran ini melalui Mitra Distribusi (Midis) resmi yang ditunjuk Kemenkeu. Platform investasi modern seperti Cermati Invest pun dapat mempermudah proses ini. Cukup dengan e-KTP dan data pribadi, proses verifikasi data bisa dilakukan sepenuhnya secara digital tanpa perlu tatap muka.
- Siapkan Modal Investasi
Tergantung dari produk obligasi yang dipilih, Anda perlu menyiapkan modal investasi sesuai dengan minimum pembeliannya. Jika sudah, transfer dana investasi tersebut ke RDN (Rekening Dana Nasabah) dan lakukan pemesanan di periode penawarannya.
- Nikmati Kupon Obligasi secara Rutin
Setelah transaksi pembelian berhasil, artinya obligasi telah masuk pada portofolio Anda. Secara berkala, kupon obligasi akan diberikan dan pokok investasinya bisa dikembalikan sepenuhnya saat tanggal jatuh tempo.
Bisa Dilakukan Semua Kalangan Investor, Mulai Investasi Obligasi dengan Cara yang Tepat
Dengan modal hanya mulai dari 1 juta rupiah, obligasi adalah instrumen investasi yang pada dasarnya bisa dijangkau oleh hampir semua kalangan investor. Tak hanya itu, dengan tingkat risiko sedang, pembayaran kupon rutin, dan jaminan pembayaran pokok investasi pada obligasi pemerintah menjadikan instrumen ini bisa jadi pilihan untuk pemula.
Berita Terkait
-
Digelar Terpisah, Korban Ilegal Akses Mirae Asset Protes Minta OJK Mediasi Ulang
-
George Soros, OSF, dan Isu Intervensi Politik: Benarkah Jadi 'Dalang' Kehancuran Ekonomi?
-
Prabowo Bakal Siapkan 6 KEK Baru di 2026
-
Pemerintah Jadikan KEK Senjata Utama Dongkrak Investasi Nasional
-
Ketika Investasi Jadi Bagian dari Lifestyle Digital Anak Muda
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Bakal Hitung Harga BBM Setelah Maret
-
Bulog Gelar Mudik Gratis 2026, Berangkatkan 750 Pemudik ke 15 Kota
-
Menaker Soal Urbanisasi: Boleh Datang, Tapi Harus Siap Bersaing
-
Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi
-
Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia
-
Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026
-
Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang
-
International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan
-
Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun
-
Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional