- PT PLN mengoperasikan jalur kedua transmisi Arun–Bireuen sebagai alternatif pascabencana banjir dan longsor di Aceh.
- Jalur baru ini melengkapi jaringan eksisting, memungkinkan pengalihan pasokan listrik jika terjadi gangguan pada satu jalur.
- Pemulihan listrik di Aceh terus berlanjut, Banda Aceh sudah normal, namun empat kabupaten masih 50 persen akibat kerusakan infrastruktur.
Suara.com - PT PLN (Persero) mulai mengoperasikan jalur kedua transmisi Arun – Bireuen. Jalur itu merupakan alternatif untuk kelistrikn Aceh pascabencana banjir dan longsor
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan beroperasinya jalur kedua Arun–Bireuen ini melengkapi jaringan transmisi utama Arun–Bireuen dan Langsa–Pangkalan Brandan, sehingga pasokan listrik ke wilayah Aceh dapat lebih optimal.
"Dengan sistem yang saling terhubung ini, apabila terjadi gangguan pada salah satu jalur, pasokan listrik tetap dapat dialihkan melalui jalur lainnya, sehingga risiko padam dapat ditekan," ujarnya, seperti dikutip, Kamis (25/12/2025).
PLN memastikan, proses penormalan dan penguatan sistem kelistrikan di Aceh masih terus dilakukan secara bertahap dan terukur.
""eluruh pekerjaan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, mengutamakan keselamatan petugas dan juga masyarakat," kata Darmawan.
Dengan kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, PLN optimistis keandalan pasokan listrik di Aceh akan terus meningkat.
Sehingga mampu mendukung aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pemulihan perekonomian daerah.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkap progres pemulihan jaringan listrik di Aceh pasca bencana yang terjadi pada akhir November lalu. Bahlil menyebut beberapa wilayah seperti Banda Aceh sudah kembali teraliri listrik.
"Kami harus disampaikan secara data terkini bahwa Banda Aceh semalam Alhamdulillah, puji Tuhan, sudah normal sesuai dengan apa yang sebelum terjadi bencana. 120 Megawatt di Banda Aceh semuanya sudah nyala," katanya saat menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: BNPB: Rumah Korban Bencana Aceh dan Sumatera Dilengkapi Sertifikat Tanah Resmi
Namun dari sejumlah wilayah, masih terdapat empat kabupaten yang pemulihan jaringan listriknya baru 50 persen. Empat kabupaten tersebut, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo, dan Aceh Tengah. Bahlil pun mengungkap kendalanya, yakni infrastruktur yang rusak.
"Ini terjadi bukan karena mesin listriknya atau power plant-nya yang tidak bisa tersuplai, tetapi terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?