- Kementerian ESDM menargetkan PNBP sektor mineral dan batubara mencapai 110 persen dari target pada tahun 2025.
- Hingga 18 Desember, PNBP minerba telah terealisasi Rp 124,63 triliun, melebihi target 100 persen.
- Pencapaian ini diraih meskipun harga komoditas utama dan volume produksi batubara mengalami penurunan.
Suara.com - Kementerian ESDM telah memasang target realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara (minerba) mencapai 110 persen dari yang ditargetkan pada 2025.
Hingga 18 Desember, tercatat PNBP dari sektor minerba telah mencapai Rp 124,63 triliun.
"Jadi sudah mencapai 100 persen lah. Mungkin kalau misalnya di penghujung tahun nantinya, kami harapkan capaian bisa mencapai 105-110 persen dari target yang ditetapkan," kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno dalam acara talk show yang dikutip Selasa (30/12/2025).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, minerba penyumbang PNBP terbesar di sektor ESDM, disusul minyak dan gas sebesar Rp 91,82 triliun, panas bumi sebesar Rp 2,45 triliun, serta iuran badan usaha dan layanan jasa teknis lainnya sebesar Rp 9,15 triliun.
Total penerimaan negara bukan pajak dari sektor ESDM hingga 18 Desember telah mencapai mencapai Rp 228,05 triliun.
Tri pun menyebut realisasi PNBP dari sektor minerba itu merupakan pencapaian di tengah menurunnya harga komoditas seperti batubara dan nikel.
Di samping itu juga penurunan produksi, seperti batubara yang dipangkas menjadi di bawah 790 juta ton pada 2025 dari sebelumnya 836 juta ton pada 2024.
"Jadi secara volume turun, secara harga juga turun. Tapi ada beberapa komoditas memang emas memang naik, tapi volumenya enggak begitu banyak kalau emas, hanya sekitar 100 ton. Tapi nikel juga enggak bergerak dan lain sebagainya, tapi kita bisa membukakan itu," kata Tri.
Tri pun mengklaim pencapaian PNBP dari minerba yang telah menyentuh Rp 124,63 triliun disebabkan meningkatkan kesadaran dari para pengusaha tambang.
Baca Juga: Ramai Foto Gundul di Lereng Gunung Slamet, Ini Penjelasan ESDM soal WKP Baturaden
"Mungkin karena kepatuhan dari teman-teman di perusahaan pertambangan sudah semakin baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti