- Kementerian ESDM menargetkan penghentian impor BBM jenis solar pada tahun 2026 dengan peningkatan kualitas menjadi Euro 5.
- Tantangan utama implementasi adalah kesiapan infrastruktur kilang yang memerlukan pemutakhiran teknologi sesuai komitmen pemerintah.
- Penghentian impor bergantung operasional Kilang Balikpapan; jika surplus, Indonesia tidak lagi mengimpor solar setelah 2026.
Suara.com - Kementerian ESDM berencana menghentikan impor BBM jenis solar pada 2026.
Bersamaan dengan itu juga ditargetkan peningkatan kualitas solar yang diproduksi dalam negeri menjadi Euro 5.
Sejauh ini, produk solar yang beredar memiliki angka setana (Cetane Number) 51.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengakui kesiapan infrastruktur kilang yang ada saat ini, menjadi tantangan utama.
Namun, dipastikannya pemerintah berkomitmen penuh untuk melakukan pemutakhiran teknologi kilang agar standar lingkungan yang lebih baik dapat tercapai.
"Upaya kita akan ke sana (Euro 5). Memang sekarang infrastruktur kilang kita belum sepenuhnya memadai untuk itu, tapi upayanya akan kesana (Euro 5), terus kita lakukan yang terbaik ya," kata Bahlil lewat keterangannya yang dikutip, Selasa (30/12/2025).
Di samping itu, terkait dengan rencana penghentian impor solar pada 2026, tergantung dengan kesiapan operasional Kilang Balikpapan yang masuk dalam Refinery Development Master Plan (RDMP).
Bahlil menyebut, Indonesia akan mengalami surplus solar, jika Kilang Balikpapan sudah beroperasi sepenuhnya.
"Solar nanti tahun 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta (kiloliter). Jadi, agenda kami di 2026 itu tidak ada impor Solar lagi," kata Bahlil.
Baca Juga: Bahlil Sebut Stok BBM RI Aman 20 Hari Kedepan
Meskipun pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada 2026, Bahlil menyatakan bahwa pelaksanaannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan jadwal operasional kilang Pertamina.
Saat ini, Kementerian ESDM tengah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mematangkan persiapan teknis.
Jika kilang baru mulai beroperasi penuh pada Maret 2026, impor dalam volume kecil masih akan dilakukan pada awal tahun demi memastikan stabilitas stok nasional.
""Tergantung dari Pertamina ya. Kalau katakanlah bulan Maret baru bisa (beroperasi penuh), berarti Januari dan Februari mungkin masih ada sedikit (impor) yang kita eksekusi. Tapi itu perlu saya exercise ya. Kalau memang Januari-Februari tidak perlu impor, ya tidak usah," jelasnya.
Berita Terkait
-
Akses Terputus, Ribuan Liter BBM Tiba di Takengon Aceh Lewat Udara dan Darat
-
Target Mandatori Semester II-2025, ESDM Mulai Uji Coba B50 ke Alat-alat Berat
-
Jurus Bahlil Amankan Stok BBM di Wilayah Rawan Bencana Selama Nataru
-
Pilihan Baru BBM Ramah Lingkungan, UltraDex Setara Standar Euro 5
-
Pelanggan Pertamina Kabur ke SPBU Swasta, Kementerian ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini