- PT KCI mencatat 15.025.081 pengguna KRL selama periode Nataru 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
- Jumlah penumpang tersebut menunjukkan peningkatan 6% dibandingkan periode libur Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya.
- Stasiun Bogor dan Jakarta Kota menjadi tujuan tertinggi, sementara Stasiun Manggarai adalah lokasi transit tertinggi.
Suara.com - PT Kereta Commuter Indonesia mencatatkan peningkatan penumpang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Pada masa libur Nataru periode 18 Desember 2025 sampai dengan 1 Januari 2026, jumlah pengguna Commuter Line atau KRL mencapai 15.025.081 orang.
Angka ini mengalami peningkatan 6 persen dibanding periode tahun lalu, yaitu 14.128.440 orang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, merinci, jumlah itu terdiri dari 14.691.705 pengguna Commuter Line Jabodetabek, 107.825 pengguna Commuter Line Bandara Soetta (Basoetta) dan sebanyak 225.551 pengguna Commuter Line Merak.
Pada 2 Januari 2026, hingga pukul 14.00 WIB tercatat volume pengguna sebanyak 447.790 orang untuk Commuter Line Jabodetabek, 2.814 pengguna Commuter Line Basoetta dan 15.133 pengguna Commuter Line Merak.
Sedangkan pada 31 Desember 2025, pengguna Commuter Line Jabodetabek mencapai 1.133.689 orang dan pada tanggal 1 Januari 2026 sebanyak 918.850 orang.
"Stasiun Bogor dan Stasiun Jakarta Kota merupakan stasiun tujuan dengan volume tertinggi pada libur Tahun Baru 1 Januari kemarin. Masing-masing mencatat sebanyak 67.607 orang dan sebanyak 59.058 orang yang turun di stasiun tersebut,” kata Karina, dikutip Suara.com, Sabtu (3/1/2026).
Stasiun Manggarai tercatat sebagai lokasi transit tertinggi pada malam pergantian tahun yakni sebanyak 209.497 orang, disusul Stasiun Tanah Abang sebanyak 154.311 orang dan Stasiun Duri 90.854 orang.
Peningkatan pengguna juga terjadi pada layanan kereta api lokal/petani pada masa Nataru.
Baca Juga: Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM dan LPG Selama Libur Nataru 2026
Pada periode 18 Desember – 31 Desember 2025 total pengguna mencapai 1.940 orang atau rata-rata 139 orang per hari.
Berita Terkait
-
Operasional KRL Diperpanjang Hingga Jam 1 Pagi di Malam Tahun Baru, Intip Jadwalnya
-
Pengisian Baterai Kendaraan Listrik Meningkat Hampir Tiga Kali Lipat pada Nataru 2025/2026
-
Bali Katanya Sepi, Tapi Kemenhub Ungkap Jumlah Penumpang Naik
-
Menpar Akui Wisatawan Domestik ke Bali Turun saat Nataru 2025, Ini Penyebabnya
-
Stimulus Transportasi Nataru Meledak: Serapan Anggaran Kereta Api Tembus 83% dalam Sepekan!
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI