- Pengamat pasar uang memproyeksikan harga logam mulia berpotensi naik hingga Rp 2,61 juta per gram minggu depan.
- Dinamika harga emas dipicu faktor global, termasuk eskalasi konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Iran.
- Kenaikan harga emas dunia diprediksi terjadi jika mencapai USD 4.505 per troy ounce, namun bisa turun jika USD 4.258.
Suara.com - Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga logam mulia cenderung alami kenaikan pada pekan depan. Bahkan, harga logam mulia bisa tembus Rp 2,61 juta per gram.
Dia menjelaskan, harga logam mulia sebesar itu jika memang harga emas dunia juga melonjak tinggi di level USD 4.505 per troy ounce.
Ibrahim menuturkan, jika memang harga emas dunia pada Senin, (5/1) mengalami kenaikan mencapai USD 4.426, maka harga logam mulai bisa sebesar Rp 2.518.000 per gram.
"Jadi ada kemungkinan besar di minggu depan sampai hari Sabtu. Kemungkinan kalau harga emas dunia naik, harga logam Mulia itu di Rp 2.610.000 per gram," ujarnya seperti dikutip , Minggu (4/1/2026).
Namun, jika harga emas dunia justru mengalami penurunan dimulai pada Senin di level USD 4.258, maka harga logam mulia bisa turun ke level Rp 2.458.000 per gram.
Ibrahim menilai, terdapat sejumlah faktor global yang menjadi pemicu utama dinamika harga emas, mulai dari geopolitik hingga perpolitikan Amerika Serikat. Dari sisi geopolitik, ia menyoroti eskalasi konflik Rusia dan Ukraina yang kembali memanas di awal tahun.
Apalagi, serangan drone Ukraina yang menyasar rumah dinas Presiden Rusia Vladimir Putin memicu serangan balasan besar-besaran dari Rusia.
"Ini yang mengindikasikan bahwa perang di Eropa ini semakin menjadi-jadi," kata Ibrahim.
Selain Eropa, ketegangan juga terjadi di Timur Tengah, khususnya Iran. Ia menjelaskan, pelemahan mata uang Iran terhadap dolar AS memicu demonstrasi besar-besaran yang berujung bentrokan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Merosot Lebih dari Rp 100 Ribu, Saatnya Beli?
Situasi tersebut mendapat respons keras dari Amerika Serikat. Ibrahim menilai campur tangan AS berpotensi menambah ketegangan geopolitik global.
Ia menilai kombinasi ketegangan geopolitik, dinamika politik AS, serta kebijakan moneter longgar berpotensi mendorong lonjakan harga emas dunia dalam waktu dekat.
"Ini yang kemungkinan besar akan membuat harga emas kembali lagi mengalami kenaikan bahkan dalam perdagangan nanti pagi harga emas dunia kemungkinan besar akan terjadi game up yang cukup luar biasa," pungkas Ibrahim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran
-
Takut Bernasib Sama dengan Sri Mulyani, Purbaya Langsung Buru-buru Klarifikasi soal Guru Honorer
-
Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah
-
IHSG Berakhir Meloyo pada Jumat Sore, 401 Saham Memerah
-
Dana Desa buat Kopdes Merah Putih Tembus Rp 34,57 T, Purbaya: Hitungan Saya Lebih Besar
-
Genjot Fasilitas, IPC TPK Pastikan Arus Barang Ramadan 1447 H Aman Terkendali
-
Kemenkeu Klarifikasi Pernyataan Purbaya soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026
-
Gegara Intervensi BI, Rupiah Berjaya di Jumat Sore ke Level Rp 16.888/USD
-
Kini Giliran Kimia Farma Kembali Raih Gelar Persero
-
Telkom Solution Sabet Enam Penghargaan PRIA 2026, Perkuat Reputasi di Segmen B2B