- Harga pangan nasional awal Januari 2026 umumnya terkendali, ditandai penurunan beberapa komoditas strategis.
- Komoditas cabai dan bawang merah menunjukkan penurunan harga signifikan, sementara bawang putih naik tipis berdasarkan data Bapanas.
- Beberapa harga protein hewani, beras, dan minyak goreng mengalami penurunan, namun jagung pakan ternak naik tipis.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada awal Januari 2026 terpantau relatif terkendali. Sejumlah komoditas utama tercatat mengalami penurunan harga dibandingkan hari sebelumnya, meski beberapa bahan pangan strategis masih bergerak naik tipis.
Berdasarkan data rata-rata harga pangan nasional dari panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup signifikan. Harga cabai rawit merah tercatat di level Rp 59.844 per kilogram, turun Rp 1.843 atau setara 2,99 persen.
Penurunan harga juga terjadi pada cabai merah besar yang kini dibanderol Rp 38.852 per kilogram. Harga komoditas ini turun Rp 4.037 atau sekitar 9,41 persen. Sementara itu, cabai merah keriting tercatat di harga Rp 45.493 per kilogram, turun Rp 2.136 atau setara 4,48 persen.
Di sektor hortikultura, bawang merah turut mengalami koreksi harga. Rata-rata harga bawang merah tercatat Rp 43.610 per kilogram, turun Rp 1.218 atau 2,72 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga bawang putih bonggol justru mengalami kenaikan tipis. Komoditas ini tercatat di harga Rp 38.297 per kilogram, naik Rp 38 atau setara 0,10 persen.
Untuk komoditas beras, harga beras SPHP tercatat Rp 12.424 per kilogram, turun Rp 34 atau 0,27 persen. Penurunan juga terjadi pada beras premium yang berada di level Rp 15.481 per kilogram, turun Rp 30 atau 0,19 persen.
Harga beras medium juga bergerak turun. Rata-rata harga beras medium tercatat Rp 13.454 per kilogram, turun Rp 69 atau setara 0,51 persen.
Di sisi lain, harga jagung di tingkat peternak tercatat mengalami kenaikan. Jagung pakan ternak berada di harga Rp 6.907 per kilogram, naik Rp 67 atau 0,98 persen.
Komoditas kedelai biji kering impor juga mengalami kenaikan meski tipis. Harga kedelai impor tercatat Rp 10.824 per kilogram, naik Rp 20 atau 0,19 persen.
Baca Juga: Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
Beralih ke sektor protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp 38.970 per kilogram, turun Rp 892 atau 2,24 persen.
Penurunan juga terjadi pada daging kerbau beku impor yang berada di harga Rp 106.447 per kilogram, turun Rp 750 atau 0,70 persen.
Sementara itu, harga daging kerbau segar lokal tercatat Rp 138.500 per kilogram, turun Rp 968 atau 0,69 persen. Berbeda dengan itu, harga daging sapi murni justru naik tipis ke level Rp 136.224 per kilogram, naik Rp 251 atau setara 0,18 persen.
Untuk komoditas ikan, pergerakan harga terpantau bervariasi. Harga ikan tongkol tercatat Rp 35.892 per kilogram, naik Rp 82 atau 0,23 persen. Ikan bandeng juga mengalami kenaikan dengan harga Rp 35.897 per kilogram, naik Rp 185 atau 0,52 persen.
Kenaikan harga lebih tinggi tercatat pada ikan kembung. Komoditas ini berada di level Rp 44.825 per kilogram, naik Rp 933 atau 2,13 persen.
Dari kelompok pangan olahan, harga tepung terigu kemasan tercatat Rp 12.694 per kilogram, turun Rp 258 atau 1,99 persen. Tepung terigu curah juga turun ke level Rp 9.616 per kilogram, turun Rp 95 atau 0,98 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?
-
IATA Awali Operasional Tambang di Musi Banyuasin, Gandeng Unit UNTR
-
Realisasi PNBP Migas Jauh dari Target, Ini Alasan Bahlil
-
APBN Tekor Hampir 3 Persen, Dalih Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-marit