- Bank Indonesia menyarankan pengguna BI Fast agar menjaga keamanan data pribadi demi mencegah potensi penyalahgunaan layanan transaksi.
- BI mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap oknum kejahatan yang sering memanfaatkan kemudahan transaksi BI Fast saat ini.
- Beberapa tips keamanan meliputi verifikasi tujuan transfer, tidak membagikan PIN/OTP, serta mengaktifkan notifikasi transaksi.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) memberikan saran kepada pengguna BI Fast agar menjaga keamanan data pribadinya. Hal ini untuk mencegah penyalahgunaan dalam memakai BI Fast.
BI pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dibalik kemudahan transaksi yang ada saat ini. Sebab, banyak pelaku kejahatan yang sering menyalahgunakan pembayaran BI Fast.
"Tapi sobat, di balik semua kemudahan, masih ada saja oknum yang memanfaatkan kelengahan. Untuk itu, selalu waspada saat bertransaksi," kata narator dalam postingan Instagram @bank_indonesia dikutip, Senin (5/1/2026).
BI memberikan sejumlah tips yang bisa diperhatikan oleh masyarakat. Pertama, BI menghimbau nasabah selalu berhati-hati saat menggunakan layanan BI-Fast, terutama dalam memastikan tujuan transfer dan keamanan data pribadi.
Pengguna diminta untuk selalu memperjatikan nama penerima sebelum melakukan transfer. Jika nama yang muncul tidak sesuai dengan tujuan, ada baiknya transaksi segera dibatalkan.
Kedua, BI menyarankan agar masyarakat menggunakan aplikasi mobile banking resmi dari bank masing-masing agar bisa mengecek setiap transaksi.
Ketiga, jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau password kepada orang lain. Keempat, selalu aktifkan notifikasi transaksi untuk memantau aktivitas.
Kelima, selalu gunakan gunakan perangkat dan jaringan yang aman saat melakukan transaksi keuangan. Keenam, adalah agar memutuskan untuk atur limit transfer harian untuk mengurangi risiko kerugian.
Ketujuh, simpan bukti transaksi dan rutin cek mutasi. Kedelapan, gunakan kanal pengaduan resmi jika ada transaksi mencurigakan yang tidak dilakukan oleh nasabah.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Aliran Modal Asing Rp 110,11 Triliun Keluar dari Pasar Saham
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
-
Trump Ancam 'Hancurkan Peradaban', Iran Respon dengan Siap Siaga Perang Penuh
-
Produksi Ikan Nasional Diprediksi Capai 10,57 Juta Ton hingga Akhir 2026
-
Zulhas: Berkat Prediksi Jitu Prabowo, RI Lebih Tangguh Hadapi Gejolak Global
-
Waspada! Mandatori B50 Bayangi Kelangkaan Minyak Goreng, Rakyat Jadi Korban?
-
Pemerintah Belanja Ekspansif Sembari Jaga Disiplin Fiskal, Ekonomi Beri Sinyal Positif
-
Pemerintah Kebut Restrukturisasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Akan Digabung Jadi Satu
-
Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter
-
Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan
-
Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun