- Bank Jakarta meluncurkan Kartu Debit Visa sebagai langkah awal transformasi menuju bank daerah berdaya saing global.
- Kolaborasi dengan Visa memungkinkan transaksi nasabah Bank Jakarta menjangkau lebih dari 200 negara secara internasional.
- Bank Jakarta diharapkan mendukung digitalisasi Pemprov DKI, termasuk integrasi sistem pembayaran transportasi untuk aset data.
Suara.com - Transformasi bisnis Bank Jakarta menuju bank daerah berdaya saing global, mulai dipacu melalui peluncuran Kartu Debit Visa.
Produk ini diharapkan memperluas jangkauan layanan transaksi sekaligus memperkuat fondasi ekonomi bank milik pemerintah daerah tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut produk ini sebagai langkah awal transformasi Bank Jakarta dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan hingga tingkat global.
“Ini menunjukkan bahwa Bank Jakarta dikelola semakin profesional. Dengan bekerja sama dengan Visa, transaksi dapat dilakukan di mana saja,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (6/1/2026).
Dari perspektif ekonomi, kolaborasi dengan jaringan pembayaran global Visa membuka peluang peningkatan volume transaksi lintas negara, sekaligus memperluas basis nasabah Bank Jakarta.
Jaringan Visa memungkinkan kartu debit tersebut digunakan di lebih dari 200 negara.
Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kepercayaan penuh kepada jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta untuk mengelola bank tanpa intervensi.
Menurutnya, kepercayaan atau trust menjadi fondasi utama agar bank milik pemerintah dapat dikelola secara profesional, sehat, dan berdaya saing.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama ini, kita semua merasa yakin Kartu Debit Visa Bank Jakarta benar-benar bisa dipercaya untuk kelas global,” ucapnya.
Baca Juga: Debit Visa Bank Jakarta Didorong Jadi Motor Transaksi Global UMKM dan Ekonomi Kreatif di DKI
Ia menilai, penguatan layanan transaksi internasional perlu diimbangi dengan integritas operasional agar tidak muncul persoalan teknis yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Dengan profesionalisme yang terus diperkuat, Pramono optimistis Bank Jakarta dapat tumbuh menjadi bank yang semakin kompetitif di tengah persaingan industri keuangan.
Selain ekspansi layanan, Bank Jakarta juga diharapkan memainkan peran strategis dalam mendukung digitalisasi layanan publik Pemprov DKI Jakarta.
Salah satu yang disorot ialah peluang integrasi sistem pembayaran transportasi dengan layanan perbankan Bank Jakarta.
Menurut Pramono, integrasi transaksi transportasi akan memperkuat basis data Bank Jakarta dan menjadi keunggulan kompetitif dibandingkan perbankan lain.
Basis data transaksi tersebut dinilai sebagai aset ekonomi penting untuk pengembangan produk dan layanan ke depan.
Berita Terkait
-
Bank Indonesia Pastikan Indonesia Bisa Hadapi Ombak Ekonomi Global yang Belum Mereda
-
Alasan Investor Crypto Indonesia Optimistis Meski Wall Street Bergejolak
-
Bitcoin Banyak Dipakai Pembayaran Global, Kalahkan Mastercard dan Visa
-
Low Tuck Kwong hingga Bos BRI: Deretan CEO yang Tangguh Hadapi Guncangan Ekonomi 3 Tahun Terakhir
-
Tak Sampai Satu Bulan, Bank Jakarta Klaim Salurkan 100 Persen Dana dari Menkeu Purbaya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif