- Wakil Ketua Umum PKB, Hanif Dhakiri, menanggapi santai kelakar Presiden Prabowo mengenai perlunya mengawasi Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
- Hanif menganggap pernyataan tersebut merupakan potret keakraban, humor politik sehat, dan rasa saling percaya antar koalisi.
- PKB berkomitmen fokus pada kerja nyata mendukung pemerintahan Prabowo demi kepentingan rakyat, mengakhiri polarisasi politik.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hanif Dhakiri, menanggapi santai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang berkelakar agar Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan PKB “diawasi”.
Ia menilai pernyataan tersebut bukan merupakan tanda ketegangan, melainkan potret keakraban antara Presiden dan mitra koalisinya.
Menurutnya, suasana dalam forum internal tersebut menunjukkan hubungan yang sangat cair dan hangat.
Ia memandang kelakar itu didasari oleh rasa saling percaya yang kuat antara kedua tokoh bangsa tersebut.
“Kami melihat kelakar Presiden Prabowo soal Gus Imin sebagai suasana keakraban dalam forum internal. Itu humor politik yang sehat, menunjukkan hubungan yang cair, hangat, dan dilandasi rasa saling percaya, bukan ketegangan,” ujar Hanif kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).
Terkait ucapan “PKB harus diawasi”, Hanif menegaskan bahwa PKB memaknai pesan tersebut secara positif.
Dalam kacamata demokrasi, Hanif menilai sikap saling mengawasi merupakan hal yang wajar demi menjaga kedisiplinan dan fokus dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pemerintahan yang kuat, rapi, dan terkoreksi. PKB berada di jalur itu: mendukung penuh pemerintahan sambil memastikan kebijakan tetap berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Ketenagakerjaan itu memuji sikap kenegarawanan Presiden Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
Meski pada Pilpres lalu PKB berada di kubu yang berbeda, Prabowo dinilai mampu merangkul semua kekuatan politik demi kepentingan nasional.
Hanif memastikan bahwa PKB telah menutup buku soal kompetisi Pilpres dan memilih fokus pada kerja nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan PKB ingin mengakhiri polarisasi dan bergerak maju dalam bingkai kebersamaan.
“PKB menghormati kepemimpinan itu dan memilih mengarahkan politik pasca-Pilpres pada kebersamaan dan kerja nyata, bukan memperpanjang polarisasi,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Hanif menegaskan komitmen PKB untuk menjadi mitra strategis yang setia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia melihat sosok Prabowo sebagai pemimpin yang tegas namun terbuka terhadap masukan.
“PKB siap menjadi mitra strategis permanen yang setia pada Presiden, setia pada konstitusi, dan setia pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025
-
Dihujani Nyinyiran, Prabowo Kasih Bukti Umumkan Swasembada Pangan 2025
-
Prabowo: Saya Dituduh Mau Jadi Diktator
-
Prabowo Geleng-gelang Kepala: Bolak-balik Orang Datang Mau Nyogok Saya
-
Genjot Lifting Migas, Prabowo Perintahkan Bahlil Segera Lelang 75 Wilayah Kerja
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
-
Rekrutmen TNI AD 2026: Jadwal, Syarat Pendidikan, Batas Usia, dan Ketentuan Fisik
-
Jaksa Incar Aset Mewah Nadiem, Izin Sita Tanah-Bangunan di Dharmawangsa Diajukan ke Hakim
-
Anggota DPRD DKI Minta Bank Jakarta Benahi Keamanan Siber Sebelum IPO 2027
-
Pulang Nongkrong Ditangkap Polisi, Orang Tua Terdakwa Demo Berharap Bisa Idul Fitri Bersama Anak