- Pipa gas PT TGI di Indragiri Hilir, Riau bocor, berpotensi mengganggu produksi minyak nasional awal 2026.
- Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman, akan meninjau langsung kerusakan pipa pada hari Selasa (6/1) ini.
- Kebocoran pipa ini mempengaruhi operasional migas Rokan karena suplai gas untuk pembangkit listrik terganggu.
Suara.com - Pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Indragiri Hilir, Riau mengalami kebocoran.
Kerusakan itu pun berpotensi mengganggu produksi minyak nasional pada awal 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut kerusakan yang terjadi sedang dalam proses penanganan.
Selain itu, Laode juga mengaku akan meninjau langsung kerusakannya pada hari ini, Selasa (6/1)
"Jadi kita akan cek di wilayah Indragiri Hilir memang ini harus cepat kita selesaikan karena berdampak pada produksi minyak nasional," kata Laode di Jakarta dikutip pada Selasa (6/1/2025).
Dijelaskannya kebocoran pipa yang terjadi berdampak terhadap operasional produksi di lapangan migas Rokan.
Sebab pipa yang disalurkan untuk pembangkit listrik di kawasan tersebut.
"TGI ini menyuplai gas untuk pembangkitan listrik wilayah-wilayah di Rokan. Jadi banyak mesin-mesin pompa angguk di sana yang dibangkitkan dengan listrik dan gasnya dari pipa ini. Jadi harus segera diselesaikan," kata Laode.
Terkait dengan potensi kehilangan produksi akibat kebocoran itu, akan diumumkan di Pusdatin Kementerian ESDM.
Baca Juga: ESDM Targetkan Setop Impor Solar Mulai April, Usai RDMP Kilang Balikpapan Berproduksi
Namun, ditegaskan Laode pemulihan harus segera dilakukan, karena berkaitan dengan target lifting 2026.
"Ya, untuk awal tahun itu perlu kita pulihkannya. Karena nanti berdampak pada proyeksi akhir tahun kita yang 610 ribu (barel per hari). Jadi kita harus buru-buru, agar pipa ini segera bisa tersambung," ujar Laode.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
-
Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan
-
BBCA Hingga BBNI Diborong Asing, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
-
5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
-
Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal
-
Prabowo: Krisis Dunia Jadi Peluang Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia