- Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 9 Januari 2026, mencapai Rp 2.577.000, naik Rp 7.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia spot naik 0,5 persen menjadi USD 4.477,57 per ons karena antisipasi data tenaga kerja AS dan ketegangan geopolitik.
- Analis HSBC memprediksi harga emas berpotensi mencapai USD 5.000 per ons pada paruh pertama tahun 2026.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 9 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.577.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu berbalik naik lagi Rp 7.000 dibandingkan hari Kamis, 8 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.432.000 per gram.
Harga buyback itu juga alami lonjakan sebesar Rp 6.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.338.500
- Emas 1 Gram Rp 2.577.000
- Emas 2 gram Rp 5.094.000
- Emas 3 gram Rp 7.616.000
- Emas 5 gram Rp 12.665.000
- Emas 10 gram Rp 25.265.000
- Emas 25 gram Rp 63.037.000
- Emas 50 gram Rp 125.995.000
- Emas 100 gram Rp 251.912.000
- Emas 250 gram Rp 629.515.000
- Emas 500 gram Rp 1.258.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.517.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Pulih
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis, setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Pemulihan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya nonfarm payrolls (NFP), yang dinilai krusial bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dikutip dari Investing, harga emas spot tercatat naik 0,5 persen ke level USD 4.477,57 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS bergerak melemah 0,6 persen ke posisi USD 4.487,90 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Antam Ambruk, Hari Ini Dibanderol Rp 2,57 Juta per Gram
Kenaikan harga emas tertahan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar mempertahankan tren kenaikan selama dua sesi terakhir, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan membatasi ruang penguatan lebih lanjut.
Pelaku pasar saat ini masih bersikap wait and see menjelang rilis data NFP AS pada Jumat. Data ketenagakerjaan tersebut berpotensi membentuk ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed ke depan.
Angka pekerjaan yang lebih lemah berpeluang memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga, yang pada gilirannya dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah penurunan imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut menopang harga emas. Drama hubungan Amerika Serikat dan Venezuela dinilai membatasi potensi pelemahan harga emas, karena memicu permintaan terhadap aset safe-haven.
Pada Rabu, pasukan AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan pengiriman minyak mentah Venezuela, termasuk satu kapal berbendera Rusia. Langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan penegakan sanksi Washington terhadap ekspor minyak Venezuela.
Pemerintah AS menyebut operasi ini bertujuan mengganggu aliran minyak yang membantu pendanaan pemerintah Venezuela dan menghindari pembatasan AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik