- Kementerian ESDM mencatat realisasi bauran EBT tahun 2025 mencapai 15,75% atau 15.630 MW.
- Realisasi EBT 2025 masih di bawah target RUKN yaitu sebesar 15,9%, namun meningkat dari 2024.
- Penurunan persentase bauran EBT terjadi karena adanya penambahan pembangkit listrik berbahan bakar gas dan batu bara.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan realisasi bauran energi baru terbarukan (EBT) sepanjang 2025, telah mencapai 15,75 persen atau sebesar 15.630 megawatt (MW).
Tercatat angka tersebut masih belum mencapai target sebesar 15,9 persen yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).
Namun demikian, Bahlil menyebut, bauran EBT 2025 meningkat dibanding tahun 2024 yang tercatat sebesar 14,65 persen.
"EBT kita di 2024 itu 14,65 persen. Pada 2025 itu 15,75 persen. Penambahan EBT sebesar 1,1 persen. Sebenarnya kita penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025," kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Jumat (9/1/2026).
Bahlil pun memberikan penjelasan terkait penurunan persentase bauran EBT tersebut. Menurutnya, hal itu terjadi karena penambahan pembangkit listrik yang menggunakan gas dan batubara.
"Kalau dikonversi menjadi turun persentasenya karena ada penambahan (pembangkit) dari gas dan batu bara," ujarnya.
Adapun rincian kapasitas terpasang EBT, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 7.587 MW, bioenergi sebesar 3.148 MW, dan panas bumi sebesar 2.744 MW.
Di samping itu, sejumlah sumber energi lainnya turut berkontribusi di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 1.494 MW, gasifikasi batubara 450 MW, angin sebesar 152 MW, pemanfaatan sampah sebesar 36 MW, dan sumber lainnya sebanyak 18 MW.
Baca Juga: Diskon Listrik di Wilayah Bencana Sumatera, Bahlil Mulai Hitung Biaya dan Durasinya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai