Bisnis / Energi
Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:03 WIB
Ilustrasi Energi Baru Terbarukan. [BeritaBali.com]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM mencatat realisasi bauran EBT tahun 2025 mencapai 15,75% atau 15.630 MW.
  • Realisasi EBT 2025 masih di bawah target RUKN yaitu sebesar 15,9%, namun meningkat dari 2024.
  • Penurunan persentase bauran EBT terjadi karena adanya penambahan pembangkit listrik berbahan bakar gas dan batu bara.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan realisasi bauran energi baru terbarukan (EBT) sepanjang 2025, telah mencapai 15,75 persen atau sebesar 15.630 megawatt (MW).

Tercatat angka tersebut masih belum mencapai target sebesar 15,9 persen yang ditetapkan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

Namun demikian, Bahlil menyebut, bauran EBT 2025 meningkat dibanding tahun 2024 yang tercatat sebesar 14,65 persen.

"EBT kita di 2024 itu 14,65 persen. Pada 2025 itu 15,75 persen. Penambahan EBT sebesar 1,1 persen. Sebenarnya kita penambahan EBT ini cukup besar di tahun 2025," kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Jumat (9/1/2026).

Bahlil pun memberikan penjelasan terkait penurunan persentase bauran EBT tersebut. Menurutnya, hal itu terjadi karena penambahan pembangkit listrik yang menggunakan gas dan batubara.

"Kalau dikonversi menjadi turun persentasenya karena ada penambahan (pembangkit) dari gas dan batu bara," ujarnya.

Adapun rincian kapasitas terpasang EBT, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 7.587 MW, bioenergi sebesar 3.148 MW, dan panas bumi sebesar 2.744 MW.

Di samping itu, sejumlah sumber energi lainnya turut berkontribusi di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 1.494 MW, gasifikasi batubara 450 MW, angin sebesar 152 MW, pemanfaatan sampah sebesar 36 MW, dan sumber lainnya sebanyak 18 MW.

Baca Juga: Diskon Listrik di Wilayah Bencana Sumatera, Bahlil Mulai Hitung Biaya dan Durasinya!

Load More