- IHSG mencapai level tertinggi 8.991 pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026, didorong sentimen positif global.
- Volume transaksi mencapai 4,32 miliar saham dengan nilai Rp 3,07 triliun hingga pukul 09.06 WIB.
- Proyeksi penguatan IHSG didukung kinerja positif bursa Wall Street dan mayoritas indeks saham regional Asia.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat tinggi ke level tertinggi pada awal perdagangan Senin, 12 Januari 2026. IHSG melesat ke level 8.991.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih betah di zona hijau ke level 8.980 atau naik 0,48 persen.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,32 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,07 triliun, serta frekuensi sebanyak 398.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 267 saham mengalami penurunan, dan 392 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KOCI, BCIC, SOTS, RLCO, INDS, PTSN, SOHO, APLN, PWON, ROCK, FOLK.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CARE, BBSS, SMKM, IKPM, NRCA, BSIM, INET, SCNP, HAJJ, PANI, TRON.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (12/1/2026), seiring sentimen positif yang datang dari pasar saham global, khususnya Amerika Serikat.
Tim Analis Samuel Sekuritas Indonesia menilai penguatan bursa Wall Street pada akhir pekan lalu menjadi katalis utama bagi pergerakan pasar saham domestik. Pasar AS ditutup di zona hijau setelah merespons rilis data ketenagakerjaan.
Baca Juga: Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
Pada perdagangan Jumat (9/1), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,48 persen, diikuti S&P 500 yang menguat 0,65 persen, serta Nasdaq yang melonjak 0,81 pesen. Kinerja positif ini turut mendorong optimisme pelaku pasar di kawasan Asia.
Dari pasar obligasi, imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun tercatat turun tipis 0,02 persen ke level 4,171 persen, sementara indeks dolar AS justru menguat 0,27 persen ke posisi 99,13. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap investor yang masih selektif, namun cenderung risk-on.
"Kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, didorong sentimen positif pasar AS dan regional," tulis Tim Analis Samuel Sekuritas dalam riset.
Secara regional, mayoritas indeks saham Asia juga menunjukkan pergerakan positif. Indeks STOXX Eropa menguat 1,6 persen, Straits Times Index (STI) Singapura naik 0,1 persen, sementara EIDO tercatat menguat 0,1 pers. Adapun IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup di level 8.937, naik 0,1 persen.
Dari sisi komoditas, harga minyak Brent melonjak 2,2 persen ke level USD 63 per barel, sementara emas kembali menguat 0,7 persen ke USD 4.510 per troy ounce.
Di sisi lain, harga batu bara melemah 0,4 persen ke USD 107 per metrik ton, dan CPO Malaysia turun tipis 0,2 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?